Kemenpora Minta Keringanan Masa Tenggat

Kemenpora Minta Keringanan Masa Tenggat

  Sabtu, 19 December 2015 07:31
Rio Haryanto

Berita Terkait

JAKARTA -- Janji Menpora, Imam Nahrawi untuk mempertemukan Rio Haryanto dengan Menteri BUMN, Rini Soemarno terealisasi kemarin. Rio saat ini sedang dikejar tenggat deadline pembayaran sebesar 15 juta euro. Saat ini dia baru bisa mengumpulkan 5 juta euro. “Situasinya sulit, kami harus gerak cepat,” ucap Imam.

Jika upaya ini gagal, Imam mengatakan pemerintah bakal meminta perlakuan khusus kepada pihak Manor, selaku tim formula 1 yang akan menjadikan Rio sebagai pembalapnya. Keringan itu dalam bentuk diperbolehkan membayar deposit dengan cara cicilan. Rinciannya, 40 persen persen, 40 persen kedua, dan 30 persen sebagai penutup.

“Kami bisa minta kelonggaran. Soal kapan dibayar, setelah tahu detil kontrak seperti apa,” jelasnya. Permintaan itu katanya sudah disampaikan ke Manor Marrusia yang menjadi tim Rio nantinya. Selain ke perusahaan BUMN, Kemenpora juga siap mencari dukungan lewat swasta.

Di tempat terpisah, staf khusus Menpora, bidang Olahraga, Muhammad Khusesn mengatakan pihak pemerintah sampai saat ini belum mendapat surat kontrak itu. Dia berharap Manor segera memberikannya. “Lebih cepat lebih bagus. Surat itu lalu kemudian akan kami kaji dulu sebelum pemerintah teken,” kata dia.

Sedangkan, Manajer Rio, Piers Hunisett, ketika dihubungi secara terpisah menolak untuk berkomentar atas hasil pertemuan di kantor BUMN. “Saya tak ingin mengomentari soal kontrak. Mohon untuk tanya soal itu lagi. Mengingat pihak Manor selalu mengeluhkan hal itu saat media Indonesia membicarakan kontrak,” katanya.

Terkait dengan draft kontrak yang diajukan Manor kepada pemerintah, Piers tak tahu urusan itu karena komunikasi berjalan tanpa ditengahi dirinya.

Terpisah, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro mengatakan kalau Pertamina tidak bisa mendukung Rio sendirian. Apalagi, Presiden Joko Widodo meminta agar pembalap itu untuk membawa nama besar Indonesia. “Jadi, tidak bisa menjadi tanggung jawab 1 BUMN saja,” ujarnya.

Dia menambahkan, komitmen Pertamina untuk mendukung Rio supaya tampil di F1 tidak perlu diragukan. Namun, besaran dana maksimal yang bisa diberikan Pertamina untuk deposit hanya EUR 5 juta. Jumlah itu, disebutnya sudah yang paling besar.

“Alokasi untuk 2016 sebenarnya EUR 2 juta. Tapi, karena kebutuhan yang tinggi untuk deposit, kami naikkan jadi EUR 5 juta,” terangnya. Saat ini, lanjut Wianda, Kementerian BUMN sedang berinisiatif untuk mencari sponsor dari perusahaan lain.

Pertamina dipastikan tidak bisa memberi lebih karena punya banyak investasi. Terutama, terkait dengan kilang untuk memastikan pasokan energi tercukupi. Jadinya, perusahaan harus cermat untuk mengalokasikan anggaran sponsorship. “Rio ini talented, dia bisa mendapat kesempatan bagus kalau dapat supply sponsor dari yang lain,” katanya. (dim/wam)

Berita Terkait