Kemenpar Bangun Pasar Digital Pariwisata Indonesia

Kemenpar Bangun Pasar Digital Pariwisata Indonesia

  Selasa, 19 April 2016 14:49
KUNJUNGAN: Menpar Arief Yahya saat melakukan kunjungan ke China.

Berita Terkait

KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) akan membangun digital market place untuk para pelaku bisnis tour operator dan travel agent.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan digital market place dalah kebutuhan mendesak agar industri pariwisata dalam negeri bisa berkompetisi.

"Digital market place semacam etalase yang berisi paket-paket pariwisata inbound ke destinasi Indonesia," kata Arief Yaya. "Seperti mall-nya traveller, tempat mencari, booking, dan bayar secara online."

Menurut Arief Yahya, platform dan mesin digital market place sedang dirancang, dan akan dioperasikan pihak ketiga, dan dipromosikan Kemenpar.

"Mall, atau pasar online, ini harus dikenal publik," demikian Menpar. "Kami akan promosi dengan metode paid media, own media, social media, dan endorser media."

Gagasan membangun digital market place muncul saat Menpar Arief Yahya berkunjung ke Hefei, Propinsi Anhui, Republik Rakyat Tiongkok. Di China, Menpar Arief Yahya melihat bagaimana digital online platform merajalela dan menjadi masa depan bisnis tour and travel.

Menpar Arief Yahya juga berkunjung ke markas Ctrip, perusahaan onlie travel (OTA) terbesar di China dengan market share 80 persen dari outbound China di Shanghai.

Ctrip dibangun tahun 1999 sebagai travel agent dan travel operator konvensional, yang menjual tiket, hotel, dan paket wisata. Kini, Ctrip -- dengan karyawan 19 ribu dan -- adalah raksasa baru industri pariwisata China.

Ctrip bermitra dengan Baidu, mesin pencari berbahasa Mandarin. Kini Ctrip akan mendapat pesaing paling serius, yaitu Alibaba. Tahun 2014, Alibaba meluncurkan New Ailtrip Travel Brand.**

Berita Terkait