Kembangkan Multikultur Pelajar SMU Landak

Kembangkan Multikultur Pelajar SMU Landak

  Senin, 16 November 2015 09:29
MULTIKULTUR: Kabid Kewaspadaan dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kalbar, Anang Suyoto menyampaikan laporan, didampingi (dari kiri) Agus Suparman, Suardi Daris (Staf Ahli Bupati Landak Bidang Sumber Daya Manusia), Supiran (kepala Kantor Kesbangpol Landak). FOTO IST

Berita Terkait

UNTUK mendukung upaya penumbuhkembangan dan ikut mensosialisasikan salah satu konsensus nasional atau yang juga sering dikenal dengan istilah pilar utama berbangsa dan bernegara yaitu Bhinneka Tunggal Ika guna mencegah dan meminimalisir timbulnya potensi konflik antaretnis di kemudian hari, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalbar menyelenggarakan kegiatan pengembangan multikulturalisme pelajar SMU di Landak, yang dilangsungkan di aula Hotel Hanura Ngabang, Kamis (12/11) lalu.

Peserta adalah para pelajar SMU di ibukota kabupaten yang diharapkan hadir 130 orang yang terdiri dari berbagai sukubangsa, agama, jenis kelamin dan sekolah. Sedangkan narasumber dari akademisi, praktisi dan tokoh masyarakat yang berasal dari sukubangsa yang berbeda di masing-masing kabupaten.

Sekretaris Bakesbangpol Kalbar, Agus Suparman mengatakan, penyelenggaraan kegiatan ini merupakan upaya yang dilakukan Badan Kesbangpol Kalbar untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa pada generasi muda khususnya para pelajar di tingkat sekolah menengah, guna menghadapi tantangan dan perubahan zaman terkait dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Dipilihnya pelajar SMU sebagai sasaran kegiatan didasarkan pada pemikiran bahwa pelajar SMU belum disusupi dan dikotori oleh paham-paham pemikiran dari pihak-pihak yang mempunyai kepentingan tertentu yang tidak sejalan dengan upaya penumbuhkembangan kembali salah satu pilar utama berbangsa dan bernegara yaitu Bhinneka Tunggal Ika.

Melalui kegiatan ini diantara para peserta diharapkan terjalin komunikasi dan interaksi lintas etnik sekaligus mempertemukan perbedaan-perbedaan yang ada khususnya perbedaan kesukubangsaan dimiliki individu-individu, yang pada gilirannya nanti diharapkan dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa serta komitmen untuk menjadikan Kalbar lebih baik di masa mendatang.

“Dalam kesempatan ini perlu kiranya kita saling mengingatkan bahwa bangsa dan negara Indonesia memiliki 4 pilar utama dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan RI. Pemberian perhatian khusus terhadap 4 pilar utama tersebut juga diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar,” ungkap Agus.(d5/ser)

Berita Terkait