Kembangkan Multikultur Pelajar Kayong Utara

Kembangkan Multikultur Pelajar Kayong Utara

  Senin, 23 November 2015 16:06
MULTIKULTUR: Kabid Kewaspadaan dan Penanganan Konflik Badan Kesbangpol Kalbar Anang Suyoto, narasumber Viza Yuliansyah, Wakil Bupati Kayong Utara Idrus, Pjw Kepala Badan Kesbangpol Kalbar Agus Suparman, serta Kepala Kantor Kesbangpol Kayong Utara Jhoni Tarigan saat sosialisasi kepada pelajar SMU Sukadana. ISTIMEWA

Berita Terkait

SUKADANA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalbar menyelenggarakan kegiatan pengembangan multikulturalisme kepada pelajar SMU di Aula Hotel Mahkota Sukadana, Rabu (18/11) lalu. Kegiatan tersebut digelar untuk mendukung upaya penumbuhkembangan dan ikut menyosialisasikan salah satu konsensus nasional atau dikenal dengan istilah pilar utama berbangsa dan bernegara. Pilar utama yang dimaksud di sini yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini sendiri dimaksudkan untuk mencegah dan meminimalisir timbulnya potensi konflik antaretnis di kemudian hari.

Para peserta adalah pelajar SMU di ibukota kabupaten, sebanyak 130 orang. Mereka terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, jenis kelamin, dan sekolah. Sedangkan narasumber berasal dari akademisi, praktisi, dan tokoh masyarakat yang berasal dari suku bangsa yang berbeda di masing-masing kabupaten.

Pjw Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalbar, Agus Suparman, mengatakan jika kegiatan ini merupakan upaya yang dilakukan mereka, untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa pada generasi muda, khususnya para pelajar tingkat sekolah menengah. Hal tersebut dimaksudkan guna menghadapi tantangan dan perubahan zaman, terkait dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, diharapkan dia juga dapat mereduksi berbagai prasangka akibat stereotif negatif, yang melekat dan dilekatkan kepada masing-masing suku bangsa-suku bangsa yang ada, khususnya di Kalbar.

Dipilihnya pelajar SMU sebagai sasaran kegiatan, menurutnya, didasarkan pada pemikiran bahwa pelajar SMU belum disusupi dan dikotori oleh paham-paham pemikiran dari pihak-pihak yang mempunyai kepentingan tertentu. Pihak-pihak yang dikhawatirkan dia, tidak sejalan dengan upaya penumbuhkembangan kembali salah satu pilar utama berbangsa dan bernegara yaitu Bhinneka Tunggal Ika.

Melalui kegiatan ini peserta diharapkan terjalin komunikasi dan interaksi lintas etnik sekaligus mempertemukan perbedaan-perbedaan yang ada khususnya perbedaan kesuku-bangsaan yang dimiliki oleh individu-individu yang pada gilirannya dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa serta komitmen menjadikan Kalbar lebih baik di masa mendatang.

“Perlu kiranya kita saling mengingatkan bahwa bangsa dan Negara Republik Indonesia memiliki 4 pilar utama dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemberian perhatian khusus terhadap 4 pilar utama tersebut juga diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar. Oleh karena itulah, dalam banyak pengarahannya, Bapak Gubernur Kalbar tidak henti-hentinya memberikan penekanan agar kita semua sebagai anak bangsa selalu melestarikan dan melakukan upaya aplikatif, guna mensosialisasikan dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ungkapnya. (d5/ser)

Berita Terkait