Kembangkan Ekonomi Rakyat

Kembangkan Ekonomi Rakyat

  Selasa, 23 February 2016 10:32
Gambar dari JawaPos

Berita Terkait

SINTANG-Mayoritas masyarakat Kabupaten Sintang mengandalkan kebun karet dan sawit sebagai sumber penghasilan utama. Namun sejak tiga tahun terakhir, harga karet khususnya sedang terjun bebas diikuti harga sawit setahun terakhir.

Kondisi tersebut membuat kelesuan ekonomi dan berdampak sangat luas. Untuk itu, perlu didorong agar masyarakat segera memiliki sumber penghasilan lain yang sama menjanjikan masa depan, salah satu pengembangan komoditas lada yang masif dan terorganisir.“Masyarakat yang mendiami jalur Sungai Ketungau misalnya sudah banyak yang sukses mengembangkan lada, sehingga kita bisa belajar ke sana untuk dikembangkan di kecamatan lain. Lada kini menjanjikan ekonomi yang baik karena harga lada putih, bisa mencapai 170 ribu perkilogram. Ekonomi petani lada sudah terbukti mampu bertahan disaat harga karet dan sawit sedang anjlok,” kata Wakil Bupati Sintang, Askiman, kemarin.

Karena itu, Askiman mengajak lembaga keuangan bisa mengambil peran guna memulihkan perekonomian masyarakat. “Pengembangan komoditas baru sangat baik, apalagi jika suatu saat jika harga karet dan sawit kembali tinggi, maka masyarakat Kabupaten Sintang akan memiliki tiga sumber penghasilan utama yang sama menjanjikan,” ungkapnya.Askiman menambahkan, lembaga keuangan seperti koperasi misalkan, juga bisa mendorong anggota dan masyarakat, meningkatkan kualitas karet yang dihasilkan petani dan tidak mengejar jumlah timbangan semata. Karena, kualitas karet yang baik akan mampu bersaing di pasar internasional. Kalau kualitas karet dihasilkan petani Sintang dan Indonesia umumnya masih rendah, maka pembeli akan beralih ke negara penghasil karet lain seperti Thailand.

“Pengembangan ekonomi rakyat menjadi perhatian Pemkab Sintang, SKPD yang tergabung dalam bidang persemakmuran akan diminta melakukan evaluasi dan merancang program pembinaan ekonomi masyarakat. Kita akan data dan kembangkan potensi setiap kecamatan dan desa yang ada,” kata Askiman.Antonius, pengurus salah satu koperasi di Sintang mengatakan, tahun 2015 mayoritas anggotanya berlatarbelakang petani karet dan sawit, tabungannya mengalami penurunan, dampak atas turunnya harga karet dan sawit. “Negara penghasil karet seperti Thailand, harga karet juga jatuh tetapi pemerintah memberikan subsidid sehingga harga karet bisa stabil untuk melindungi petani karet,” katanya.(stm)

 

Berita Terkait