Kembalikan Nilai Moral Anak Bangsa

Kembalikan Nilai Moral Anak Bangsa

  Selasa, 16 February 2016 12:27   5,741

Oleh : Elman

SEPERTI  yang dimuat dalam Pancasila khususnya sila ke-2 “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Dari pernyataan ini mengandung maksud bahwa rakyat Indonesia diharapkan untuk hidup adil dan beradab. Untuk mencapai masyarakat yang beradab diperlukan moral dan gaya hidup yang baik. Moral dan gaya hidup bangsa Indonesia tercermin pada perbuatan-perbuatan rakyat Indonesia itu sendiri khususnya para remaja sebagai generasi penerus sekaligus ujung tombak bangsa Indonesia.

Menurut Moetojib (2008:01) langkah yang perlu diambil bangsa Indonesia menghadapi persoalan bangsa pada era globalisasi dan memasuki usia ke-63 adalah melakukan rekonstruksi moral secara total dengan membangun kembali karakter dan jati diri bangsa (Nation and character building).

Kemanusiaan yang adil dan beradab semakin jauh dari kata terwujud apabila kita melihat fakta-fakta yang terjadi di masyarakat. Dari sisi hukum kita dihadapkan kepada ketidakadilan hukum yang berlaku di Indonesia yang seperti “Pisau” tajam ke bawah, akan tetapi tumpul ke atas.

Hal ini terbukti dengan banyaknya para pelaku korupsi yang merampok miliaran bahkan triliunan uang rakyat yang hanya dihukum kurang dari lima tahun penjara.

Nilai moral merupakan sistem nilai utama antara nilai-nilai yang ada dalam diri manusia dengan nilai-nilai yang ditemukan dalam sebuah era atau bangsa. Nilai moral ini adalah nilai yang menjadikan manusia berharga, baik, dan bermutu sebagai manusia. Nilai moral untuk masyarakat tertentu meliputi nilai yang memajukan manusia, antara lain internasionalisme dan kerjasama antarbangsa.

Sedangkan Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta : Panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat

Indonesia. Faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan moral adalah sebagai berikut :  a)   Kurangnya pegangan terhadap agama, dengan kurangnya pegangan terhadap agama maka seseorang akan kehilangan jati dirinya sendiri bahkan akan kehilangan kontrol pada dirinya sendiri. Karena kontrol yang paling kuat yaitu terdapat pada dirinya sendiri.Sekuat apapun iman seseorang, terkadang mengalami naik turun.

b) Sistem pendidikan Indonesia yang kurang memperhatikan pendidikan moral, salahnya Sistem Pendidikan Indonesia Ini juga bisa menjadi penyebabkrisis moral di Indonesia. Sebagaimana anda tahu anak-anak menghabiskan banyak waktunya di dalam sekolah. c) Pengaruh lingkungan, lingkungan adalah faktor yang paling mempengaruhi perilaku dan watak remaja. Jika dia hidup dan berkembang di lingkungan yang buruk, moralnya pun akan seperti itu adanya. Sebaliknya jika ia berada di lingkungan yang baik maka ia akan menjadi baik pula. 

d) Kemajuan teknologi, dampak globalisasi teknologi memang dapat memberikan dampak positif tetapi tidak dapat di pungkiri lagi bahwa hal ini juga dapat berdampak negatif bagi bangsa indonesia. Perkembangan internet dan ponsel berteknologi tinggi terkadang dampaknya sangat berbahaya bila tidak di gunakan oleh orang yang tepat. Misalnya : Video porno yang semakin mudah di akses di ponsel dengan internet, mahasiswa sebagian yang tidak sempat belajar ketika ujian menggunakan hp untuk internet atau menanyakan kepada temannya lewat sms.

e) Kriris Kerjasama, terjadinya perpecahan dan benturan di antara komponen masyarakat menunjukkan bahwa bangsa ini sedang mengalami krisis persatuan dan melunturnya budaya kerjasama. Demikian juga dengan jumlah kasus tawuran di antara mahasiswa dan pelajar yang cenderung meningkat. 

f) Krisis Kepedulian, jika kita melihat potret kehidupan bangsa saat ini, maka jelas terlihat bahwa masalah moral sesungguhnya merupakan hal yang tidak kalah penting dibanding masalah ekonomi. Jika hal itu dibiarkan, akan mengancam masa depan bangsa. Namun sayang, masalah moral ini kerap terpinggirkan dari agenda dan rencana para calon pemimpin bangsa.

Adapun beberapa solusi untuk mengatasi kehilangan nilai moral yaitu :

Untuk menghindari salah pergaulan, kita harus pandai memilah dan memilih teman karena pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap moral, karena kepribadian manusia akan terpengaruhi dari pergaulan itu sendiri.
Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang, terutama dalam mengenalkan pendidikan agama sejak dini.

Perhatian dari orang tua juga sangat penting karena pada banyak kasus, kurangnya perhatian orang tua dapat menyebabkan dampak buruk pada sikap anak. Seperti halnya karena kurangnya perhatian orang tua, seseorang akan cenderung melampiaskan amarahnya pada orang lain dengan tindakan yang tidak wajar dilakukan oleh kaum muda.

Memperluas wawasan dan pengetahuan akan sangat berguna untuk menyaring pengaruh buruk dari lingkungan, misalnya kebiasaan merokok. Orang-orang menganggap bahwa merokok meningkatkan kepercayaan diri dalam pergaulan.
Meningkatkan iman dan takwa dengan cara bersyukur, bersabar, dan beramal sholeh. Dengan kita mendekatkan diri kepada Allah,rajin beribadah, tentu akan membuat kita terhindarkan dari perbuatan yang tidak sesuai di jalan Allah.
Adanya mata kuliah Pendidikan moral dan Pengembangan karakter salah satunya Pendidikan pancasila yang dikuti mahasiswa untuk menanamkan pada diri masing-masing akan pentingnya pendidikan karakter untuk memperbaiki moral bangsa.(**)

 

*)Mahasiswa FKIP PKn

Universitas Tanjungpura