Kembali Pemadaman Lima Hari Sekali , Akhirnya PT BP Sepakati Kontrak Baru

Kembali Pemadaman Lima Hari Sekali , Akhirnya PT BP Sepakati Kontrak Baru

  Sabtu, 5 December 2015 09:53
Gambar dari Internet

Berita Terkait

KETAPANG – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Ketapang memastikan pemadaman listrik akan kembali normal, yaitu sekali dalam lima hari. Hal ini karena mereka kembali berhasil memperpanjang sewa mesin pembangkit listrik milik PT Bina Pertiwi (BP) pada Kamis (3/12) lalu.
Perpanjangan kontrak dengan PT BP ini merupakan buntut dari aksi demo yang digelar ratusan masyarakat pada Rabu (2/12) malam lalu. Masyarakat mendemo kantor PLN karena listrik sering mati. Bahkan, diungkapkan warga jika dalam sehari mereka bisa mengalami 3 – 4 kali pemadaman. Sementara PLN beralasan jika krisis listrik tersebut disebabkan habisnya kontrak penyewaan mesin antara PLN dengan KIP/PT BP.
Manajer PLN Area Ketapang, Sumarsono, memastikan jika antara PLN dan pemilik mesin, yaitu PT BP, menemukan kesepakatan yang berujung pada penandatanganan kontrak baru. Dengan demikian, dia berharap pemadaman listrik bergilir dapat dikurangi. Pengurangan tersebut, diungkapkan dia, dari sekali dalam tiga hari menjadi sekali dalam lima hari.Sumarsono menjelaskan jika mesin yang disewa tersebut dapat menyuplai 3 ribu kilowatt listrik. "Kini kembali tersambung usai dilakukan perpanjangan kontrak pada Kamis (3/12). Dengan demikian, pemadaman yang terjadi 4 – 3 hari sekali kini hanya 5 hari sekali," kata Sumarsono, Jumat (4/12) di Ketapang.
Ia menjelaskan, keputusan untuk memperpanjang kontrak disepakati PT Bina Pertiwi dengan PLN Wilayah Kalbar. Dengan demikian, dia memastikan jika PT BP kembali menyuplai daya ke PLN Area Ketapang. "Sekarang tidak ada lagi pemadaman di siang hari. Hanya malam hari saja, itu pun tidak seperti sepekan terakhir ini," jelasnya.Hanya saja, Sumarsono juga tak memungkiri jika suplay daya masih belum normal. Pasalnya, dia menjelaskan, dari 3 ribu kilowatt kebutuhan pelanggan, mereka baru bisa menyuplai 2.500 kilowatt. Kondisi ini, menurut dia, akan benar-benar normal jika mesin sudah full menyuplai listrik, maka pemadaman akan kembali normal, yaitu sekali dalam 7 hari. "Kita usahakan kembali 7 hari sekali jadwal pemadamannya, dan ini butuh proses. Jadi, kita minta masyarakat bersabar," ungkapnya.
Selain menunggu suplai daya full dari PT BP, Sumarsono juga memastikan jika pihaknya tetap terus memperbaiki mesin yang saat ini terkendala pada barang material berupa AVP, yang berfungsi untuk mengatur daya. "Kalau mesin sudah baik dan suplai dari BP full, maka kita dapat menekan defisit daya, biar pemadaman bisa tujuh sampai delapan hari sekali," ungkapnya.
Sumarsono juga mengucap terima kasih atas dukungan masyarakat, sehingga pihak PT BP sebagai pemilik mesin kembali bersedia menyewakan mesinnya. Walaupun, dia menambahkan, urusan lobi ke pemilik perusahaan tersebut tetap berada di Kantor PLN Wilayah Kalbar di Pontianak.
Sementara itu, supervisor PT BP, Andi Alamsyah, memastikan telah kembali menyuplai daya dari mereka ke PLN Ketapang. Hal tersebut mereka lakukan lantaran persoalan kontrak sudah ditandatangani kembali. Dengan demikian, sejak Kamis (3/12) siang, pihaknya langsung mensuplai kembali listrik untuk memenuhi kebutuhan PLN Ketapang. "Sudah ada kesepakatan kontrak kembali, makanya sudah kita suplai daya lagi," ungkapnya.Persoalan tidak disuplainya daya ke PLN, diakui dia, karena kontrak putus dan belum menemui kesepakatan untuk perpanjangan kontrak. Dia sendiri tidak berani untuk mensuplai listrik ke PLN, sebelum terjadi perpanjangan kontrak. "Sekarang sudah tidak ada masalah lagi, sudah ada kontrak dan kita juga sudah suplai lagi ke PLN," pungkasnya. (afi)

 

Berita Terkait