Kembali ke Tradisi

Kembali ke Tradisi

  Rabu, 10 Agustus 2016 10:43
Guardiola

Berita Terkait

MANCHESTER – Sejarah masih bisa berulang. Akan tetapi, tradisi bakal sulit berganti. Seperti tradisi juara di Premier League yang tidak berlama-lama meninggalkan dua kota besarnya sepak bola Inggris, London atau Manchester. Setelah musim lalu Leicester City menjadi penghalang tradisi, ke mana trofi itu akan beralih musim 2016-2017 ini?

Begitu dominannya London dan Manchester dalam perburuan gelar juara Premier League, dari 24 musim sejak 1992-1993 sudah 22 trofi yang berhembus ke dua kota tersebut. London hanya mampu merasakan serunya pesta juara Premier League itu tujuh kali. Sedangkan sisanya pesta jadi milik klub-klub kota Manchester.

Dan, musim ini diprediksi menjadi musim ke-23 pesta juara Premier League kembali dirasakan kota terbesar kedua di Inggris itu. Yang jadi pertanyaan, Manchester mana yang akan merayakan pesta itu? Manchester United dengan pesta ke-21-nya di Old Trafford? Atau Manchester City yang berupaya mengejar dominasi Manchester merah dengan trofi ketiganya?

Ya, Guardiola-lah yang menjadi alasan tertinggi mengapa klub milik Sheikh Mansour bin Zayed al Nahyan itu banyak diunggulkan. Dari delapan musim menangani dua klub elit Eropa, Barcelona dan Bayern Muenchen, hanya satu musim Guardiola-lah tidak memberikan trofi juara. Tradisi selalu juara itulah yang diyakini bakal berlanjut di City.

Hanya, di balik semua itu Guardiola masih belum mampu menancapkan gaya permainan seperti yang dia inginkan, yaitu menitik beratkan pada penguasaan bola dan cepat dalam melakukan recover di setiap serangan lawan. Kelemahan itu yang jadi penyebab dua kekalahan dari empat laga pramusimnya dua pekan terakhir.

''Kalau memang bermain dengan bola-bola panjang itu sebagai solusi menyerang, mungkin akan jadi hal yang mudah. Tapi, itu bukan solusi yang bagus. Masib banyak hal yang harus kami tingkatkan berkaca dari laga ini tadi,'' keluh pelatih dengan 72,87 persentase menangnya itu. ''Yang saya suka itu di saat pressing, dan soliditas permainan tim ini,'' lanjutnya.

Di akhir musim nanti Mourinho bisa saja melangkahi Guardiola dalam perebutan juara. Seperti yang dilakukan The Special One – julukan Mourinho – ketika mampu menghentikan dominasi Guardiola dan Barca-nya menjuarai La Liga musim 2011-2012. Peluang itu semakin terbuka lebar jika melihat manuver United dalam bursa transfer musim panas.

Mourinho pernah mengakui apabila dirinya belum mampu melepaskan diri dari bayang-bayang Louis van Gaal, pelatih United sebelumnya. Itu terlihat jelas dari komposisi yang dimainkannya dalam Community Shield. Formasi sama 4-2-3-1, hanya mengganti Marcus Rashford dengan Ibrahimovic di lini depan adalah sentuhan barunya.

Hanya saja, menjajal formasi baru dengan pemain baru kecil kemungkinannya langsung nyetel di laga pertama. Mourinho menyebut, itu bakal dikebutnya dalam sisa hari sebelum laga Minggu sore waktu setempat. ''Sepekan ke depan akan menjadi pekan yang terpenting dalam perjalanan klub ini di dalam satu musim ke depan,'' klaim Mourinho.

Kesulitan mengadaptasikan gaya permainan juga dialami pelatih anyar lainnya, Antonio Conte. Berbeda dari Guardiola dan Mourinho yang membela panji Manchester, Conte berada di bawah panji ibukota London. Mantan allenatore timnas Italia tersebut mengawali tugasnya bersama Chelsea. Jika melihat hasil pramusimnya, Conte meminta pemainnya untuk cepat improve.

Menurutnya, Chelsea dapat mencuri peluang juara dari duo Manchester itu. City bermain di Liga Champions, sedangkan United di Europa League. Lalu, Chelsea hanya di Premier League saja fokus terbesarnya. Kepada London Evening Standard, Conte menyebut situasi ini mirip dengan saat dia kali pertama menukangi La Vecchia Signora – julukan Juventus, musim panas 2011.

Semusim sebelumnya, Juventus finish di posisi ketujuh. ''Nah, sekarang dengan tidak bermain di Eropa, maka energi kami hanya terfokus ke dalam Premier League saja. Kami dapat memanfaatkan itu semua dan memenangkan gelar juara pada musim ini. Apa yang pernah saya lakukan bersama Juventus, semoga berulang bersama Chelsea,'' tegasnya. (ren)

Berita Terkait