Kemasukkan Benda Asing

Kemasukkan Benda Asing

  Jumat, 25 March 2016 13:19

Kemasukan benda asing di hidung berpotensi bahaya, karena dapat menyumbat jalan napas. Selain itu, kemasukan benda kecil yang bersifat tajam di hidung juga bisa menyebabkan infeksi hingga terjadi perdarahan atau mimisan yang tidak berhenti dalam 15 menit. Pada telinga akan  mengganggu pendengaran.

Oleh : Marsita Riandini

Kemasukan benda asing seperti di mata, hidung, telinga dan mulut secara tidak sengaja atau di sengaja dapat mengganggu sistem vital tubuh siapa saja dan kapan saja yang dapat menyebabkan kematian karena kurangnya pengetahuan pertolongan pertama.

Hal tersebut sering dialami oleh anak-anak, seperti memasukkan kacang ke hidungnya. Benda lainnya yang sering dimasukkan yakni manik-manik, busa, styrofoam,makanan, kancing, peluru mainan, karet, ataupun mata boneka. Sayangnya hal itu terkadang tidak diketahui orangtua selama berhari-hari. Ini akan menyebabkan dampak serius bagi anak. Demikian yang disampaikan oleh dr. Eva Nurfarihah, Sp. THT-KL, M. Kes kepada For Her. “Pada bayi dan anak balita penyebab tersering kacang. Ini harus di antisipasi oleh orang tua,” ucap dokter di Rumah Sakit Sultan Syarif Muhammad Alkadrie ini.

Hal tersebut akan berbahaya, lanjutnya bila tak ditangani segera. Apalagi anak umumnya suka mengulang-ulang apa yang dilakukannya. “Orang tua harus lebih hati-hati lagi ketika anak terbiasa memasukkan sesuatu baik di telinga, hidung, maupun mulutnya. Kadang kalau pernah memasukkan, nanti anak suka mengulanginya lagi,” kata dia.

Tak hanya pada anak kecil atau balita saja, pada remaja ataupun dewasa juga bisa mengalaminya. “Biasanya pada perempuan yang berkerudung. Kebiasaan menggigit jarum pentul atau peniti. Ternyata benda tersebut tertelan dan masuk ke saluran makan. Atau tersedak masuk ke saluran nafas, ke saluran nafas menyebabkan infeksi, bisa sampai gagal nafas,” katanya mengingatkan.

Cotton bud juga memiliki bahaya bagi penggunannya jika tidak hati-hati. Seperti yang dijelaskan oleh Eva, ada yang sering kemasukkan kapan cotton bud usai mengorek telingannya. “Kebiasaan yang salah ini sering dilakukan banyak orang. Apalagi jika sudah keasyikkan mengorek kuping,” paparnya.

Eva mengingatkan sebaiknya menghentikkan kebiasaan tersebut. Semakin sering mengorek kuping menyebabkan kotoran malah semakin terdorong ke dalam. Belum lagi resiko luka pada kulit liang telinga atau tertusukknya gendang telinga. “Hentikan kebiasaan mengorek-ngorek telinga dengan apapun terutama cotton bud, selain tidak ada untungnya malah bisa menyebabkan kapasnya tertinggal di dalam telinga,” ungkap Eva.

Buat anak-anak yang sudah besar bisa diberitahukan bahayanya memasukkan benda-benda asing ke dalam hidung, telinga dan mulut. Jangan menaruh benda-benda kecil sembarang tempat, dan awasi saat anak bermain. “Benda asing yang sering masuk ke telinga juga bisa binatang kecil seperti anak kecoa, semut, kumbang, laron. Itu juga harus segera dikeluarkan dari telinga,” jelasnya.  

Jangan coba-coba untuk mengambil benda asing dalam hidung karena akan menyebabkan benda asing semakin terdorong ke belakang rongga hidung. Bawalah segera ke dokter THT untuk dilakukan tindakan segera. Dokter THT  akan melakukan pemeriksaan fisik pada organ hidung. Tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan pemeriksaan x-ray dan nasoendoskopi jika benda asing susah terlihat.