kemas Lebih Apik

kemas Lebih Apik

  Selasa, 23 February 2016 08:26
PENUH SESAK: Suasana pawai naga pada perayaan Cap Go Meh di Jalan Gajah Mada, Pontianak, Senin (22/2). Antusias warga tumpah ruah hingga penuh sesak sulit bergerak. MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Masyarakat Pontianak memadati Jalan Gajah Mada untuk melihat pembukaan Festival Naga Bersinar dalam Lomba Barongsai yang terpusat di depan Yayasan Bhakti Suci, Senin (22/2).Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Oesman Sapta Odang, salut melihat keramaian yang tercipta. Dia mengatakan keramaian yang tercipta kali ini merupakan kunjungan teramai kedua setelah Karnaval Khatulistiwa.

“Saya ingin menyampaikan pesan presiden, dari kunjungan presiden ke tiap wilayah Indonesia, ia mengatakan kunjungan teramai ada di Kalbar, yaitu ketika Karnaval Khatulistiwa. Sekarang, saya mewakili rakyat, bahwa festival arak-arakan naga teramai kedua setelah Karnaval Khatulistiwa,” ucapnya.Terselenggaranya agenda ini, menurut dia, bisa mempersatukan semua etnis karena dilakukan dengan kebersamaan. Di kegiatan ini tampak bahwa semua masyarakat berkumpul di tempat ini. Hal tersebut merupakan bukti bahwa bangsa ini adalah bangsa yang luar biasa yang menerima segala asal usul agama.

“Itu sebabnya semua pihak mesti menjaga dan menanamkan rasa kebangsaan, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang memberikan kesempatan kepada semua orang untuk melakukan apa yang baik untuk Indonesia,” ujarnya.Gubernur Kalimantan Barat Cornelis juga ikut hadir dalam pembukaan festival Naga Bersinar dalam Barongsai. “Adanya even ini mesti dimanfaatkan sebaiknya. Setahun satu kali naga lewat di jalan Pontianak, mesti bikin macet, tidak apa karena ini memang harinya. Tahun depan agenda ini mesti dikemas lebih baik lagi,” ujarnya.

Agenda ini jelasnya dapat menarik wisatawan luar untuk berkunjung ke sini. Dengan begitu dapat menambah pendapatan daerah. Semisal tempat penyewaan laku, transportasi udara laku, bahkan sampai kuliner ikutan laku. “Dengan demikian ini jadi pajak. Saya membantu pak wali untuk carikan duit, dengan tujuan untuk membangun Pontianak,” katanya tersenyum.Ada beberapa pesan ditujukan ke pemerintah tentang ancaman yang berupaya masuk ke Indonesia. Ancaman itu bukan perang. Namun ada dua ancaman yang bisa saja membuat bangsa ini hancur. Pertama lanjut dia, soal narkoba. “Narkoba ini bisa direncanakan oleh negara tertentu untuk menghancurkan negara kita. Ini mesti di waspadai, terutama anak muda,” ujarnya.

Selanjutnya tentang banyak aliran ekstrem dengan segala strategi untuk membentuk negara dalam negara. Sehingga pemerintahan ini tidak dipercaya. “Daerah baru kena musibah itu. Saya pinta masyarakat waspada akan ini,” pungkasnya.Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengatakan, perayaan festival arak-arakan naga kali ini lebih meriah dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu total naga yang berpartisipasi dalam kegiatan ada sembilan naga. Di tahun ini bertambah jadi 14. Malam harinya, akan dilanjutkan dengan kemunculan naga langit. “Ini terlaksana karena wujud kebersamaan kita yang tinggal di Pontianak. Saya harap multietnis terus terjaga supaya kegiatan yang dilakukan berjalan baik,” ungkapnya.

Kondusifnya Pontianak berdampak pada perekonomian yang terus berkembang pesat. Ketika menginvestasikan usaha di Pontianak, orang pasti melihat keadaan daerah. Di sini, mesti multietnis namun dapat aman dan kondusif. “Ini jadi modal dasar agar ke depan ekonomi di sini berjalan baik,” ujarnya.Dia mengungkapkan, PAD Kota Pontianak terus mengalami peningkatan sejak tahun 2009. Pada 2009 capaian PAD Rp63 miliar, tahun 2015 PAD mencapai Rp390 miliar. Dia melihat kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tinggi. “Ke depan kawasan Gajah Mada akan menjadi pusat interaksi masyarakat berbagai etnis,” ucapnya yakin.

Selaku Wali Kota, dia akan mendukung kegiatan budaya oleh etnis manapun. Karena setiap agenda yang terselenggara merupakan bagian program Pontianak Menyapa Dunia. Diungkapkan Midji, sekarang sydah ada empat negara membuat kesepakatan dengan Pontianak. Yang sudah sepakat diantaranya Belanda, Denmark, dan Swedia. Kunjungan Duta Besar AS beberapa waktu lalu juga berkeinginan menjadikan Pontianak sebagai kota smart city.

Dia menjelaskan, mengenai tidak diperbolehkannya tatung dikarenakan berbagi dengan Singkawang. Menurut dia, jika tatung dan naga diadakan serentak di Pontianak tentu banyak wisatawan yang datang ke sini. “Bagusnya naga di Pontianak dan tatung di Singkawang,” ucapnya.Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Kota Pontianak, Hilfira Hamid mengungkapkan, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Pontianak untuk melihat agenda ini mencapai 20 persen. Hal tersebut diketahui karena sudah berkoordinasi dengan pihak hotel. “Hotel di sepanjang Jalan Gajah Mada penuh. Meski demikian, dalam penyelenggaraan kegiatan ini tentu masih ada kurang. Kami akan memperbaiki dengan membuat lebih kreatif guna memancing wisatawan mancanegara lebih banyak lagi datang ke Pontianak,” ujarnya.

Ketua Panitia Cap Go Meh dari Yayasan Bhakti Suci Pontianak Sugioto (Rico), menuturkan, festival Naga Bersinar dalam Lomba Barongsai 2016 bertambah 14 ekor. “Tahun ini ada 14 naga, dua naga dibuat sepanjang 100 meter, yaitu dari MABT Provinsi Kalbar dan naga langit dari Sungai Pinyuh. Ada perbedaan tahun ini, yaitu besarnya naga sehingga mengundang perhatian masyarakat,” katanya.

Hendi, salah satu wisatawan asal Jakarta sengaja datang ke Pontianak untuk melihat arak-arakan naga. Menurutnya, arak-arakan naga di Pontianak berbeda dengan di daerah lain yang telah dikunjungi seperti di Medan dan beberapa tempat lagi. “Pontianak unik. Jumlah naga tidap tahun selalu bertambah, makanya saya rela datang jauh-jauh untuk melihat kegiatan ini,” katanya.Meski demikian, tentu dalam pengemasannya ke depan mesti menarik. Dia meminta pemda setempat untuk mengemas kegiatan ini lebih baik lagi, terutama soal jalan yang menurutnya sempit. Pasalnya naga yang lewat panjang hingga ratusan meter serta panjang.(iza)

Berita Terkait