Kemajemukan Harus Dijaga Demi Kemajuan Sintang

Kemajemukan Harus Dijaga Demi Kemajuan Sintang

  Jumat, 23 September 2016 09:30
SALAMI: Bupati Sintang Jarot Winarno dengan didampingi Ketua DPRD Sintang, Jefray Edward menyalami warga Desa Balai Harapan, yang menyambut kedatangannya.

Bupati Sintang, Jarot Winarno pada Kamis (22/9) berkunjung ke Desa Balai Harapan Kecamatan Tempunak. Bupati menaruh harapan kepada masyarakat setempat. Apa itu? 

 
 

Sutami, Sintang

 

BUTUH lebih satu jam  untuk bisa sampai Desa Balai Harapan jika bertolak dari kota Sintang. Saat masuk ke jalan Tempunak hamparan perkebunan karet dilalui sebelum sampai di Desa Balai Harapan. Jalan menuju desa itu juga tidak semulus dalam kota. Sebagian ruas jalannya masih berupa timbunan batu.

Begitu bupati sampai, warga langsung menyambut dengan upacara adat disertai tari-tarian etnik Dayak. Warga sangat antusias terhadap kedatangan bupati. Bapak-bapak dan ibu-ibu saling berebut untuk bisa bersalaman dengan bupati.

Lokasi kunjungan bupati persisnya di Gereja Jemaat Kanaan Desa Balai Harapan. Bupati diminta datang untuk peletakan batu pertama pembangunan renovasi gereja tersebut. Gereja akan dibangun lebih besar dari bangunan sekarang yang berukuran 7x12 meter.

Ketua DPRD Sintang, Jefray Edward ikut mendampingi bupati saat di Balai Harapan. Kemudian juga ada anggota DPRD Sintang Tuah Mangasih serta unsur Muspika Kecamatan.

Bupati sangat terkesan dengan penerimaan masyarakat atas kunjungannya. Tidak lupa berpesan supaya kemajemukan di Balai Harapan terus dijaga. Antarkelompok masyarakat mesti saling menghormati. Persatuan harus dijaga, karena merupakan modal utama bagi pembangunan. “Protestan, katolik, muslim, di sini hidup berdampingan. Suasana Balai Harapan harus dijaga dengan saling mengenali dan saling menghormati. Maniatur kemajemukan ada di Balai Harapan,” kata Jarot.

Dia turut menyampaikan undangan masyarakat Balai Harapan merupakan kewajiban untuk didatangi. Seiring peraturan daerah Sintang sudah mengatur tentang mewujudkan masyarakat religius. Pembangunan gereja salah satu bentuknya. “Pembangunan gereja merupakan upaya menciptakan rohani yang religius,” kata Jarot.

Dihadapan masyarakat Jarot menyampaikan kalau pemerintah tidak bisa hanya membangun infrastruktur fisik berupa jalan, sekolah serta fasilitas kesehatan. Namun kejiwaan masyarakat juga penting dengan menguatkan keagamaan. Karena itu, dukungan masyarakat serta tokoh agama sangat diharapkan pemerintah dalam membangun ketakwaan masyarakat Sintang.

Jarot yakin dengan religius terbangun maka tercipta kehidupan bermartabat, yang menjadi sumber bagi persatuan dan kesatuan. “Kuat memikirkan rohani, masyarakat pasti tenang,” kata Jarot.

Tokoh masyarakat setempat sekaligus pengurus gereja, E. Ramadan, mengatakan, warga Balai Harapan sangat senang dengan kehadiran Bupati. Dambaan masyarakat supaya Bupati berkunjung akhirnya  terealisasi.

Ia menilai bupati merupakan sosok yang merakyat. Nasionalis. Tidak membedakan latar belakang warganya. Sementara mengenai pesan Bupati menjaga kemajemukan, lanjutnya, selama ini, masyarakat Balai Harapan hidup berdampingan dengan damai. “Saling menghormati dalam menjalankan keyakinan,” katanya. (**)