Kekayaan Alam dan Budaya jadi Unggulan Pariwisata Kalbar

Kekayaan Alam dan Budaya jadi Unggulan Pariwisata Kalbar

  Selasa, 10 January 2017 09:10   419

Oleh: Hamidan

Kalimantan Barat yang memiliki kekayaan alam cukup melimpah. Kekayaan itu juga dimiliki di sektor wisata. Menurut Bapennas 2016, pada 2015, total kunjungan wisata mancanegara ke Indonesia naik 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, totalnya mencapai 9,7 juta jiwa dan estimasi 2017 wisata mancanegara mencapai 15 juta jiwa. 

Ini menjadi peluang besar untuk Kalbar. Destinasi wisata di Kalbar cukup beragam dan memiliki daya tarik tersendiri. Beragam jenis wisata di Kalbar, mulai dari wisata sejarah, wisata religi, wisata sungai, wisata bukit, pantai, danau, mangrove, air terjun dan masih ada yang lainnya. 

Kekayaan alam dan keunikan budaya menjadi modal jual yang bisa dikemas menjadi destinasi wisata di Kalbar. Kita hanya butuh sedikit sentuhan kreativitas untuk memberikan nilai jual wisata hingga berdampak pada sektor perekonomian. Kekayaan alam dan budaya menjadi wisata unggulan bahkan cukup beragam produk unggulan lainnya.

Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, misal Singapura, sebuah pulau kecil yang tidak memiliki daya tarik kekayaan alam dibandingkan kekayaan di Kalbar. Akan tetapi Singapura bisa meraih devisa pariwisata lebih banyak dibanding kita bahkan sebaliknya turis banyak dari Indonesia. Singapura dikenal dengan wisata belanjanya.

Begitu juga dengan negara Jepang, negara yang tidak memiliki keindahan kekayaan alam apapun dibanding Kalbar apalagi Indonesia. Untuk bisa maju di sektor pariwisata maka kita harus menjadi kreator atau pencipta pariwisata. Intinya bahwa, kunci ada pada manusianya, bukan pada alam atau budaya semata.

Berbagai upaya bisa dilakukan bagi pelaku pariwisata agar destinasi wisata bisa tumbuh dan berkembang diantaranya, Pertama, pelaku wisata harus melakukan promosi secara massif agar destinasi wisata yang dimiliki akan mudah dikenal. Promosi melalui media elektronik, media cetak maupun online. Promosi yang mudah, murah dan efektif saat ini bisa melalui media social, facebook, twitter, instagram maupun lewat media sosial lainnya.

Kedua, pelaku wisata harus memiliki skill dalam pengelolaan wisata yang terampil dan profesional. Menggunakan tour guide (pemandu wisata) profesional agar para pengunjung merasakan pelayanan yang maksimal. Ketiga, pelaku usaha harus menyediakan produk-produk unggulan yang bervariasi bagi para pengunjung  agar disetiap destinasi wisata memiliki kekhasan tersendiri bagi para pengunjung.  Keempat, memprioritaskan pelayanan dengan menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung di setiap destinasi wisata.

*) Kepala Bidang Pembinaan Anggota Jejaring Wisata (Jewita) Kalimantan Barat / Anggota HMI Cabang Pontianak