Kekalahan Kedua Beruntun United di Era Mourinho

Kekalahan Kedua Beruntun United di Era Mourinho

  Sabtu, 17 September 2016 09:51

ROTTERDAM – Manchester United boros di bursa transfer musim panas. Selama bursa transfer musim panas lalu United menghamburkan uangnya senilai GBP 157,25 juta atau Rp 2,72 triliun. Akan tetapi, uang triliunan itu belum cukup untuk memberikan modal ke Jose Mourinho membangun skuad yang merata musim ini.

            Faktanya baru kali pertama memberlakukan rotasi pemainnya, Mourinho langsung menelan kekalahan pada laga pembuka di Europa League, Jumat dini hari kemarin WIB (16/9). Di De Kuip, Rotterdam, United dipecundangi tuan rumah Feyenoord Rotterdam 0-1 melalui gol Tonny Vilhena menit ke-79.

            Kekalahan ini kekalahan kedua beruntun yang dialami United di awal musim era Mourinho secara beruntun. Sebelumnya, United juga kalah pada laga derby Manchester atas Manchester City (10/9). Selain itu, untuk kali pertama United tumbang dalam laga pembuka kompetisi Eropa secara beruntun.

            ''Tentu saja saya kecewa dengan awal yang buruk ini,'' ucap Mourinho dalam situs resmi klub. Tercatat ada delapan rotasi yang dilakukan Mourinho dalam laga tersebut. Di awal laga, Mourinho memberi kesempatan pada Matteo Darmian, Chris Smalling, Ander Herrera, Marcos Rojo, Morgan Schneiderlin, dan Marcus Rashford jadi starter.

            Lalu dua pemain lainnya seperti Memphis Depay dan Ashley Young mendapatkan minutes play pertamanya sebagai pengganti. Sedangkan, pemain-pemain yang langganan starter cuma David de Gea, Eric Bailly, Juan Mata, Paul Pogba, dan Anthony Martial. Di  babak kedua Mourinho sempat memasukkan Zlatan Ibrahimovic pada menit ke-63.

            Bukan hanya susunan pemainnya yang 75 persen mengalami perubahan. Formasi yang dipakai pun jadi cenderung 4-3-3. Untuk kali pertama Mourinho menerapkannya di United setelah sebelumnya lebih sering dengan 4-2-3-1. Dari statistik laga, United masih dominan atas Feyenoord.

            Penguasaan bolanya lebih dominan dengan 57 persen. Demikian juga dengan total percobaan yang dilakukan United. Jumlah 18 kali percobaan hanya dibalas delapan kali ancaman dari tuan rumah. Akan tetapi, statistik umum itu tidak berbanding lurus dengan performa personal pemain-pemain dari skuad pengganti ini.

            Marcos Rojo misalnya. Mourinho memainkan Rojo di posisi bek kiri mengganti Luke Shaw yang terkena cedera hamstring. Hasilnya, Rojo menjadi titik lemah United. Bek yang berkebangsaan Argentina itu nyaris minim kontribusi bagi pertahanan Setan Merah.

            Bermain 90 menit, bek 26 tahun itu hanya bisa memberi kontribusi terbesar dari sisi jumlah pelanggarannya. Dua pelanggaran. Dengan tiga kali tekel, 0 persen peluang tekelnya mampu menghambat pemain Feyenoord. Nol persen kontribusi itu juga terjadi saat Rojo terlibat duel udara.

            Begitu juga dengan saat membantu serangan. Empat kali mengirimkan crossing, tidak ada satu pun yang tepat sasaran. Bersama dengan Darmian di posisi bek kanan, Rojo tidak mampu bermain melebar. Buruknya permainan juga ditunjukkan Marcus Rashford. Tidak seperti saat menjadi pengganti, Rashford malah kelihatan bermain di bawah tekanan.

            Bermain 63 menit, Rashford hanya melakukan 35 kali sentuhan. Atau per 1,8 menit dia hanya mampu melakukan satu sentuhan. Sekali melakukan tembakan, tetapi tidak ada yang tepat sasaran. Hanya, pelatih berjuluk The Special One itu tidak mau menyalahkan pemainnya.

            ''Mereka belum banyak minutes play musim ini. Tapi tidak semuanya bermain buruk. Beberapa di antara mereka bermain bagus. Saya bisa memahami kalau mereka bermain seperti ini,'' tutur pelatih yang kali terakhir menjuarai Piala UEFA pada 2002-2003 silam bersama FC Porto itu.

            Seperti diberitakan sebelumnya, Mourinho memberlakukan rotasi ini karena di dalam sepekan ke depan mereka harus bermain tiga kali. Dimulai dari dengan melawan Watford di Premier League besok, lalu bertandang ke Northampton Town di Piala Liga (22/9) dan menjamu Leicester City di Old Trafford pekan depan (24/9).

            Untuk pertandingan melawan Watford, ungkap Mourinho, dirinya tidak mau lagi mencoba-coba pemain seperti yang dia lakukan di Rotterdam. Melainkan kembali lagi ke starting eleven regulernya seperti dalam empat pertandingan pertama Premier League sebelumnya.

            ''Kami meninggalkan pemain-pemain seperti (Antonio) Valencia dan (Luke) Shaw di Manchester. Dengan mengistirahatkan mereka, maka kami bermain di rumah sendiri dengan komposisi seperti biasanya. Tanpa ada banyak perubahan di dalamnya,'' imbuh Mourinho. Selain dua pemain di atas, kapten Wayne Rooney juga tidak dibawa dalam lawatan ke Rotterdam kemarin.

            Tanpa Rooney, maka ban kapten dipegang Smalling. Terpisah, Smalling mengakui bahwa defense United lengah mempertahankan gawangnya di 10 menit terakhir. Namun, Smalling meminta rekan-rekannya untuk melupakan kekalahan kemarin. ''Tidak ada yang perlu ditangisi,'' kata Smalling.

            Bek tengah yang berusia 26 tahun itu meminta pemainnya agar tidak membiarkan ada tren buruk lagi menghampiri United. Karena, rata-rata per musimnya United mentok mengalami tiga kali kekalahan beruntun. ''Masih ada waktu beberapa hari memulihkan kebugaran. Kami harus bangkit Minggu nanti. Tunjukkan bahwa tim ini tidak layak untuk kalah tiga kali beruntun,'' tegasnya.

            Di Europa League selanjutnya, United menjamu Zorya pada 30 September nanti. Sementara Dirk Kuyt dkk bertandang ke Fenerbahce. Dikutip Tribal Football, Giovanni van Bronckhorst sebagai pelatih Feyenoord menyebut timnya melakukan serangan balik dalam waktu yang tepat.

            ''Karena kami tahu, peluang mengalahkan United terbuka kalau kami masih bisa memegang bola. Dan memang benar. Kami melakukan serangan balik di momen yang tepat, dan gol itu tercipta dalam waktu yang tepat pula,'' tegas mantan pemain Arsenal itu. (ren)