Kejutan Dari Puig

Kejutan Dari Puig

  Senin, 15 Agustus 2016 09:30
TANGIS BAHAGIA: Petenis Puerto Rico, Monica Puig menangis bahagia usai meraih medali emas pertama untuk negaranya di Olimpiade Brasil 2016. AFP

Berita Terkait

​RIO DE JANEIRO — Lagu kebangsaan Puerto Rico berkumandang untuk kali pertama di Olimpiade Brasil 2016. Namun Monica Puig masih terus mengusap air matanya ketika dua petenis putri yang telah diitumbangkannya sudah naik podium. Kejutan dicatat Puig setelah menyumbangkan medali emas pertama bagi negaranya.

Dua petenis juara grand slam sukses ditumbangkannya dalam pertarungan menuju babak puncak. Petra Kvitova (Republik Ceko) dijegal di semifinal dalam tiga set. Petenis 26 tahun itu adalah juara Wimbledon dua kali dan harus puas membawa pulang medali perunggu. 

Di final juara bertahan Australia Terbuka Angelique Kerber tak kuasa menahan ketangguhan Puig setelah melewati pertarungan tiga set 6-4, 4-6, dan 6-1. Petenis Jerman itu merupakan finalis Wimbledon 2016 yang sempat merepotkan petenis nomor satu dunia Serena Williams.

Namun Puig, 22, yang menduduki rangking 34 dunia telah memenangi persaingan besar dan meraihnya bukan karena keberuntungan. ''Aku tahu negara benar-benar menghargai pencapaian ini. Dan aku ingin mempersembahkan kemenangan ini untuk mereka,'' ucapnya. ''Dan caraku memenangi (medali emas) malam ini, benar-benar fantastis. Aku tak ingin mendapatkannya dengan cara lain,'' ujarnya.  

Kemenangan Puig adalah kejutan terbesar dalam nomor tunggal tenis Olimpiade sejak Nicolas Massu dari Chile yang menyabet emas 2004 silam. Namun Massu masih berada di unggulan 10 Olimpiade Athena. Sementara Puig sama sekali tak diunggulkan.  

Puig bukan satu-satunya peraih medali emas dari Puerto Rico. Tapi dialah wanita pertama yang menyumbangkan emas bagi negara Amerika Latin itu. Petenis Puerto Rico lainya yang memenangi memenangi medali emas Olimpiade adalah Gigi Fernandez. Dia memenangi dua emas di nomor ganda, namun dia memilih mewakili Amerika Serikat di kompetisi nasional.  

Puig, meski tumbuh di Miami dan berlatih di Boca Raton memutuskan untuk membela negara dimana dia dilahirkan. ''Aku selalu loyal 100 persen (kepada negaraku). Aku masih memiliki keluarga di Puerto Rico dan sering pulang ke sana. Di sanalah tempatku pulang ketika aku ingin pergi ke pantai atau bertemu keluargaku,'' tuturnya.(cak)

Berita Terkait