Kejari Musnahkan 55 Gram Sabu

Kejari Musnahkan 55 Gram Sabu

  Rabu, 26 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

Juga 19 Butir Ekstasi

KETAPANG – Sebanyak 55,99 gram sabu-sabu dan 19 butir ekstasi dimusnahkan di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang, Selasa (25/10) pagi. Pemusnahan barang bukti kejahatan narkoba ini untuk menghindari penyalahgunaan barang bukti, yang kasusnya sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

Selain barang bukti sabu-sabu, barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut juga ikut dimusnahkan. Di antaranya alat hisap (bong), timbangan elektrik, korek api, dan beberapa telepon genggam. Pemusnahan dipimpin langsung kepala Kejari (Kajari) Ketapang, Joko Yuhono, dengan dihadiri Kasat Reserse Narkoba Polres Ketapang Iptu M Nasir dan perwakilan Dinas Kesehatan setempat.

Joko mengatakan, pemusnahan barang bukti kejahatan narkoba tersebut merupakan kali kesekian. "Kali ini jumlahnya cukup banyak. (Sebanyak) 55,99 gram sabu dan 19 butir ekstasi. Perkaranya juga sudah memiliki kekuatan hukum tetap," katanya kepada wartawan usai pemusnahan, kemarin (25/10).

Ia menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 15 perkara dan 18 tersangka di tahun 2016. "Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terlebih penyalahgunaan barang bukti, makanya kita musnahkan. Meskipun belum ada kejadian, tapi kita tidak ingin. Ini pemusnahan ketiga kalinya yang kami lakukan," jelasnya.

Dia menegaskan mengenai komitmen memberantas kejahatan narkoba, di mana negara sudah menyatakan perang terhadap kejahatan yang satu ini. "Kami juga akan menuntut pelakunya dengan tuntutan seberat-beratnya. Ada yang dituntut sampai 12 tahun. Kita komitmen melawan kejahatan narkoba," tegas Kajari.

Sementara itu, Kasat Serse Narkoba Polres Ketapang Iptu M Nasir, mengatakan, tahun ini Polres telah menangani 35 kasus kejahatan narkoba. Sebanyak 33 kasus di antaranya, dipastikan dia, sudah dilimpahkan ke Kejari. "Yang dalam proses ada dua kasus. Secepatnya akan kita selesaikan," kata Nasir.

Ia menjelaskan, dari 35 kasus tersebut, ada 47 tersangka yang sudah ditangkap dan diproses. Sementara barang bukti narkoba yang disita, diakui dia, mencapai 150 gram sabu. "Jika dibandingkan dengan tahun lalu, hampir kurang lebih. Tahun lalu ada 33 kasus, tapi tahun ini kan belum selesai. Masih ada beberapa bulan lagi," jelasnya.

Ia menambahkan, pengungkapan kasus paling banyak terjadi di dalam kota. Dari 35 kasus di tahun ini, diungkapkan dia, hanya sembilan kasus yang berasal dari luar Kota Ketapang. Sementara di luar Kota Ketapang, menurut dia, beberapa kasus ditemukan di sejumlah kecamatan, seperti Kendawangan, Sandai, dan Simpang Dua. "Kalau di luar kota itu ada lima kecamatan yang dianggap rawan," paparnya.

Selain penindakan, pihaknya juga melakukan pencegahan dengan melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah. Namun, di sisi lain pihaknya mengakui terkendala dana yang minim, sehingga belum optimal. "Tapi kalau ada daerah yang memanggil atau pihak lain yang mengundang kita untuk memberikan sosialisasi, kita datang. Ke sekolah-sekolah itu juga gencar kita lakukan," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait