Kejari Kembali Jebloskan Satu Tersangka

Kejari Kembali Jebloskan Satu Tersangka

  Selasa, 16 Agustus 2016 09:30
Ilustrasi

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Pemeriksaan, penyelidikan, dan penyidikan terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) APBN-P Kapuas Hulu tahun 2013 masih terus berlanjut. Kasus yang melibatkan tujuh fasilitator dari masyarakat ini sudah banyak memakan korban. Terbukti, satu persatu mereka yang terlibat sudah dipenjara.

 
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu sudah menjebloskan Edi Sastrio (Sas), Riyu, Ubigam Shakirda, Dana Saputra, Hadi, dan Mucksin M Syech. Sedangkan yang terbaru ini, yakni Feri Sumantri. Dia ditahan Jumat (12/8) malam lalu, setelah menjalani penyidikan dan terbukti kuat terlibat. “Yang bersangkutan sudah kami serahkan ke Lapas Putussibau," ungkap Heri, kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kapuas Hulu, Senin (15/8) di Putussibau.

Heri mengatakan untuk menyelesaikan kasus PPIP ini, awalnya ada evaluasi kerja antara Kejari dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar. Kemudian pihaknya meminta saran pendapat untuk menangani kasus PPIP ini. Dari Kejati, kata dia lagi, mereka disarankan untuk memita KK pelaku yang belum tertangkap di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak. Kemudian, dia menambahkan, Kejari meminta kartu keluarga (KK) dan foto ke Disdukcapil Kota Pontianak, sehingga muncul nama Feri Sumantri.

“Kami mendatangi rumah pelaku di Jeruju, Pontianak. Setelah ditelusuri ke rumahnya, kami hanya ketemu adiknya, dan Feri terakhir pulang ke rumah pada lebaran kemarin," jelasnya. Dari keterangan adik Feri Sumantri ini, mereka mendapatkan posisi pelaku berada di Kecamatan Jongkong. "Kami berusha menelusuri Feri dan kami ketemu yang bersangkutan di Kecamatan Pengkadan,” terangnya.

Setelah ketemu, kata Heri, pihaknya langsung mencocokkan fotonya dan menanyakan identitas yang bersangkutan. Ternyata, dia memastikan bahwa benar yang bersangkutan merupakan orang yang mereka cari. “Yang bersangkutan meminta agar dia tidak dieksekusi sebelum pekerjaan proyeknya selesai," ucapnya.

Setelah itu, dia menceritakan, pada Jumat  (12/8) tim yang sudah dibentuk menuju lokasi. Namun akhirnya mereka bertemu di Kecamatan Boyan Tanjung.

"Malam itu kami jadikan Feri sebagai saksi dulu, baru kami berubah status dan ditahan. Kemudian besoknya kami jadikan BAP tersangka. Kemudian pada malam hari itu juga tersangka kami serahkan ke Lapas Putussibau," ujarnya.

Sebagai informasi, untuk kasus PPIP dalam penyelidikan kejaksaan ini, sudah ada enam orang, di mana tinggal satu orang lagi yang belum tertangkap yakni Usman yang hingga kini masih dalam pengejaran. Hari mengatakan bahwa pihaknya sudah upayakan melacak Usman. “Saat kami datang ke Disdukcapil, ratusan nama Usman yang muncul dan kami tidak jelas," ungkapnya.

Untuk itu, status Usman pun sudah mereka masukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Sebenarnya, dia menambahkan, status Feri ini juga DPO. Namun, berkat pelacakkan pihaknya melalui Disdukcapil, akhirnya ditemukan titik terang mengenai keberadaan Feri yang sudah lama buron.

Sementara itu, Mulyoko, kepala Lapas Kelas II Putussibau membenarkan jika pada Jumat malam yang lalu, ada penyerahan tersangka kasus proyek PPIP tahun 2013 dari Kejaksaan Kapuas Hulu. "Saya juga kurang tahu siapa namanya, katanya yang bersangkutan itu tersangkut kasus PPIP," jelasnya.

Yang bersangkutan, kata dia,memang ada dan sudah ditahan  di Lapas bersama terpidana lainnya.(aan)

Berita Terkait