Kejar Target, Malah Kekurangan Blangko

Kejar Target, Malah Kekurangan Blangko

  Sabtu, 15 Oktober 2016 09:42

Berita Terkait

KETAPANG – Sejak beberapa bulan lalu, jumlah masyarakat yang melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ketapang melonjak drastis. Namun, melonjaknya jumlah perekam KTP-el, tidak dibarengi dengan kesiapan sarana, salah satunya blangko.

Ribuan warga yang sudah merekam data mereka sejak beberapa bulan lalu, hingga saat ini belum menerima KTP-el. Alasannya, karena Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Ketapang kehabisan blangko. Sementara Pemerintah Pusat belum mengirimkan jumlah yang diminta oleh Ketapang.

Kepala Bidang Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ketapang, Holtiaman Saragih, mengatakan, ada ribuan keping KTP-el yang belum dicetak karena kehabisan blangko. "Ada ribuan warga yang sudah rekam, tapi KTP elektronik mereka belum bisa dicetak. Blangko habis. Kita harap masyarakat bersabar," katanya, kemarin (14/10) di Ketapang.

Habisnya blangko di Disdukcapil tersebut karena melonjaknya jumlah perekam. Sedangkan kewenangan pencetakan blangko KTP-el, menurut dia, ada di Pemerintah Pusat. Untuk setiap kebutuhan blangko di daerah, diakui dia, tergantung pada pengiriman dari pusat. "Daerah hanya mengajukan. Selanjutnya tergantung pusat," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kepentingan masyarakat yang sudah melakukan perekaman dan belum bisa mencetak KTP-el, maka mereka memberikan formulir tanda sudah melakukan perekaman yang berfungsi sebagai KTP sementara. "Formulir itu berfungsi dan manfatnya sama seperti KTP elektronik. Misalnya untuk membuat surat-surat izin dan lainnya," ungkapnya.

Pihaknya sudah berupaya agar Pemerintah Pusat mendistribusikan blanko KTP-el untuk Ketapang secepat mungkin. Terlebih, dia menambahkan, jumlah perekam di Ketapang meningkat drastis dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. "Kepala Dinas sudah berkoordinasi ke Dirjend Administrasi Kependudukan, tapi belum dikirim," paparnya.

Ia juga menjelaskan, sekitar sebulan lalu sempat didistribusikan sekitar 12 ribu blangko KTP-el untuk Ketapang. Namun, dia mengungkapkan jika blangko yang sudah dikirim itu sekarang kembali ludese. "Karena kita terus terang merasa tidak enak juga sama perekam. Apa yang diharapkan masyarakat yang sudah melakukan perekaman tidak bisa kita laksanakan," ujarnya.

Menurutnya, tentu mereka yang sudah melakukan perekaman sangat berharap bisa segera memperoleh KTP-el. Pihaknya juga punya target mengenai capaian agar semua masyarakat Ketapang wajib KTP melakukan perekaman dan memiliki kartu identitas terbaru tersebut. Masyarakat yang sudah melakukan perekaman diharapkan dia agar mampu bersabar terlebih dahulu.

Holtiaman juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap melakukan perekaman KTP-el, meskipun blangko untuk Ketapang saat ini habis. Menurutnya, blangko KTP-el yang sudah habis tidak berpengaruh pada proses perekaman masyarakat. "Jadi masyarakat kita imbau tetap  merekam KTP elektronik seperti biasa," pinta dia. (afi)

Berita Terkait