Kecubung Jadi Ikon Kalimantan Barat

Kecubung Jadi Ikon Kalimantan Barat

  Selasa, 16 February 2016 11:22

Berita Terkait

PONTIANAK-Festival Kemilau Kecubung dan Permata Nusantara 2016 di Pontianak Convention Centre resmi dibuka, Senin (15/2) sore kemarin.  Atraksi barongsai dan silat memukau masyarakat yang hadir dalam pameran batu mulia ini. Tidak hanya stand batu, pameran ini juga diikuti pelaku UMKM. Dari makanan hingga pakaian. Masyarakat pun memadati setiap stand yang ikut dalam pameran ini.

Ketua DPD LPM Kota Pontianak Hardianto berharap festival ini bisa membuat kecubung semakin dikenal masyarakat. Tidak hanya di Indonesia tetapi di luar. Dari pameran inilah, lanjut dia, masyarakat semakin mengetahui eksistensi batu kecubung asal Kalimantan Barat.

"Selama ini tahunya hanya batu safir, zamrud dan beberapa jenis batu lainnya. Dari festival ini kami mengharapkan orang luar tahu jika Kalbar punya batu sekelas permata," kata Hardianto usai pembukaan Festival Kemilau Kecubung dan Permata Nusantara 2016.

Menurut Hardianto upaya untuk mengenalkan batu asli Kalbar ini tidak hanya di tingkat lokal saja tetapi juga di nasional. Batu kecubung asal Kalbar ini pernah menang dalam festival dan kontes batu di Jakarta. Kemenangan itu, lanjut dia, secara otomatis menaikkan nilai jual batu.

Selain festival, lanjut dia, animo masyarakat terhadap batu lokal juga masih tinggi. Hal ini bisa mendorong batu asli kalimantan semakin dikenal. Apalagi jenis batu asli pulau borneo ini tidak sedikit. Mulai jenis amethyst hingga akik.

Hardianto juga berharap pemerintah daerah ikut mendukung untuk mengenalkan batu kecubung ini. Misalnya dengan menjadikannya sebagai cinderamata jika ada tamu-tamu yang datang ke Kalimantan Barat. Sudah tidak asing lagi, jika kecubung bisa menjadi ikon provinsi ini. "Kecubung ini punya nilai jual yang tinggi. Batu kecubung yang menang kontes harganya bisa mencapai Rp200 juta. Wajar saja jika batu ini bisa dikenal hingga ke luar Indonesia," pungkasnya. (mse)

Berita Terkait