Kecewa Kinerja Konsultan

Kecewa Kinerja Konsultan

  Rabu, 14 September 2016 09:56
CEK: Wali Kota Pontianak Sutarmdiji saat mengecek Taman Akcaya, Selasa (13/9). HUMAS PEMKOT FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Taman Akcaya Khusus untuk Pedagang Kuliner

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak akan melakukan penataan ulang terhadap kawasan Taman Akcaya di Jalan Sutan Syahrir, Pontianak Selatan. Selain melengkapi prasarana berupa rumah baca atau perpustakaan, para pedagang yang berjualan di malam hari, hanya boleh menjual kuliner.  

“Makanan yang dijual harus makanan yang sudah jadi. Karena yang jual makanan masih bisa diarahkan di jalan-jalan yang ada di dalam, jika memang tidak bisa tertib, saya akan larang seperti di Taman Alun Kapuas,” ujar Wali Kota Pontianak Sutarmidji saat meninjau Taman Akcaya, Selasa (13/9) pagi. 

Pemkot akan melarang pedagang yang berjualan selain makanan dan minuman. Sebab lanjut dia, sejauh ini banyak pedagang di sana justru berjualan pakaian dalam, kaos dan lainnya. Bahkan, ada yang menggelar jual beli mobil bekas. 

Sutarmidji mengatakan, bila pedagang tidak bisa tertib, dirinya mengancam akan melarang seluruh pedagang berjualan di lokasi tersebut. “Tidak boleh ada jual celana dalam, kaos, pakaian dan lainnya selain makanan dan minuman,” tegasnya. 

Selain itu, untuk memperindah dan memberikan nilai tambah kepada masyarakat, Taman Akcaya segera akan dilengkapi dengan rumah baca atau perpustakaan mini. “Taman harus dilengkapi dengan rumah baca, keberadaan rumah baca selain sebagai sarana untuk membaca buku juga memperindah taman,” imbuhnya. 

Saat memantau langsung ke lokasi, wali kota yang telah menjabat dua periode ini juga mengungkapkan kekecewaannya atas kinerja pihak konsultan. Dia menilai pekerjaan yang dilakukan konsultan sebagai yang bertanggung jawab dalam perencanaan dan penataan terkesan asal-asalan. 

Menurutnya, seorang konsultan perencana itu tidak hanya sekadar tahu mendesain tetapi juga pandai memilih material yang digunakan. Sehingga ketika material atau bahan tersebut diimplementasikan akan terlihat indah. “Ini lihat batu yang dipakai asal-asal saja. Saya minta ini dibongkar dan diganti baru. Saya minta taman itu betul-betul indah, kalau tidak indah bukan taman namanya,” tukasnya. 

Midji juga meminta pohon-pohon yang ada di Taman Akcaya dirawat dengan baik. Diusulkan agar pohon-pohon yang sudah tua jangan ditebang, tetapi cukup disiangi atau dirapikan. Penanaman pohon-pohon baru juga dikatkan perlu dilakukan. “Kami berharap secepatnya Taman Akcaya bisa selesai agar bisa dinikmati oleh masyarakat,” imbuhnya.

Diketahui sebagian lahan Taman Akcaya adalah milik Pemerintah Provinsi Kalbar. Lahan tersebut juga tidak boleh dibuat bangunan selain sebagai ruang terbuka hijau. Untuk itu Sutarmdiji telah meminta izin ke Gubernur Kalbar Cornelis agar taman ini bisa ditata oleh Pemkot Pontianak. “Lahannya menjadi hak pinjam pakai, fungsinya tetap sebagai ruang terbuka hijau,” pungkasnya.

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin menilai, tindakan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji melarang pedagang pakaian berjualan di Taman Akcaya harus dicari solusinya. Agar tak jadi hal, ia ingin Pemerintah Kota Pontianak mencari tempat baru untuk mereka berjualan pakaian nanti.

“Saya rasa tak jadi masalah apabila pedagang pakaian dilarang Wali Kota berjualan di sekitaran Taman Akcaya. Agar tak timbul masalah, ada baiknya, carikan mereka tempat baru untuk berjualan,” ucapnya kepada Pontianak Post, Selasa (13/9).

Jika benar ada larangan bagi pedagang pakaian berjualan di Taman Akcaya, menurut Satar, dalam penindakan juga jangan main hakim sendiri. Berikan mereka surat pemberitahuan, dan lakukan sosialisasi. Ini semua kata dia, demi menghindari kejadian yang tak diinginkan. 

“Beberapa kejadian di daerah lain bisa jadi contoh kita. Intinya aparat jangan main hakim sendiri dan bertindak semena-mena pada rakyat. Kasihan mereka,” ujarnya.

Jangan karena menjalankan aturan pemerintah, mereka semena-mena menindak pedagang. Selain pedagang pakaian, larangan bagi penjual mobil yang memajang dagangannya di sekitaran Taman Akcaya juga jadi perhatian. 

“Kalau pedagang mobil saya setuju jika dilarang berjualan disitu. Kan ada tempat khusus untuk berdagang mobil, kenapa jadi berjualan di wilayah ini,” ungkapnya.

Untuk keseluruhan, ia rasa keberadaan Taman Akcaya kini semakin baik. Adanya pedagang yang memenuhi sekitaran Taman juga jadi daya pikat tersendiri khususnya bagi pengunjung. Pedagang juga diminta agar tertib aturan. Kebersihan wilayah sekitar juga harus dijaga. 

“Apabila Pemerintah Kota Pontianak membangun satu panggung untuk anak-anak berkreasi saya rasa akan lebih baik lagi. Nah, panggung untuk kreasi pemuda pemudi Pontianak rencana akan saya dorong agar pemkot merealisasikannya,” tutupnya.(iza/bar) 

Berita Terkait