Kecanduan Olahraga, Lakukan Senam Setiap Pagi

Kecanduan Olahraga, Lakukan Senam Setiap Pagi

  Sabtu, 19 December 2015 08:28
SENAM SEHAT: Masyarakat Kota Pontianak senam sehat bersama Dahlan Iskan di Halaman KONI Kalbar, Jumat (18/12). FOTO HARYADI

Berita Terkait

Mantan menteri BUMN Dahlan Iskan punya tips sederhana agar tubuh tetap sehat dan bugar: olahraga. Ya, setiap pagi Dahlan selalu rutin berolahraga. Demikian pula saat berada di Pontianak, kemarin. Dia menyempatkan diri senam pagi bersama warga kota Pontianak. MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

Halaman depan Kantor KONI Kalimantan Barat Jumat pagi kemarin tak seperti hari biasa. Sejak pukul 05.00 pagi, tempat itu telah dipenuhi warga yang hendak senam bersama Dahlan Iskan. Suasana semakin ramai, ketika sosok yang ditunggu-tunggu tiba. Sosok sederhana yang mengenakan pakaian olahraga itu adalah Dahlan Iskan.Sebelum senam dimulai, ia sempat berbincang-bincang dengan warga yang sengaja datang untuk bisa senam bersamanya. Tidak sedikit pula dari masyarakat ingin mengabadikan diri bersama pria kelahiran 17 Agustus 1951 itu.

Tak lama berbincang dengan sebagian masyarakat yang ada di situ, ia pun lantas naik ke atas panggung berukuran 4x6 yang telah disiapkan panitia untuk dirinya memimpin senam.Sebelum memulai senam ia sempat meminta mikropon pada panitia. “Kemarin sore saya mengajukan persyaratan sebelum tiba di Pontianak. Saya mau ke Pontianak, asal ada olahraga. Karena saya telah kecanduan olahraga,” terangnya kepada semua masyarakat sebelum senam dimulai.

Mantan Menteri BUMN itu mengaku begitu menyenangi olahraga. Ketika berada di Jakarta, ia tak pernah melewatkan waktu untuk berolahraga. “Setiap pagi saya ke Monas untuk berolahraga. Hari ini ayo kita senam bersama! Entah anda (masyarakat) yang ikut gerakan saya, atau saya yang ikut gerakan kalian! Pokoknya yang penting gerak supaya sehat,” ajak pendiri Jawa Pos group itu.

Sebelum menyenangi senam, Dahlan memang sudah kerap berolahraga di Monas. Tapi olahraganya sekadar berkeliling Monas dengan berjalan kaki saja. Ia bahkan sampai bosan karena telah melewati wilayah itu setiap hari.Agar tidak bosan, ia lantas mencoba ikut berbagai kelompok olahraga di area Monas. Setelah hampir semua kelompok olahraga dicoba, ternyata ia cocok dengan satu kelompok senam ibu-ibu dengan beranggotakan sekitar 100 orang.

“Di kelompok ini ada sepuluh orang pelatihnya. Dua di antaranya saya bawa ke Pontianak untuk bersama-sama senam di sini. Gerakan senamnya juga gampang dan mudah diikuti. Jika ditotalkan semuanya ada 100 lagu. Untuk hari ini (kemarin) sekitar 15 lagu kita mainkan, ” ujarnya.Saat lagu pengiring senam pertama diputar, Dahlan langsung memimpin dan diikuti masyarakat. Meskipun gerakan demi gerakan terlihat mudah namun nyatanya masyarakat masih sedikit canggung dengan beberapa gerakan yang dicontohkan Dahlan.

Ketika lagu ke empat diputar, gerak senam lebih energik. Dahlan juga mengajak beberapa orang peserta senam untuk naik ke atas panggung. Dentuman musik beat di kombain dengan gerakan cepat membuat suasana di tempat itu juga mengajak masyarakat untuk turut hanyut dalam tiap gerakan.Pada gerakan tertentu Dahlan juga berteriak. Hasilnya, teriakan itu juga diikuti oleh semua masyarakat yang berada di seluruh halaman itu.

Setelah senam dengan irama cepat, masyarakat juga diajak Dahlan bergoyang melalui gerakan yang terlihat sepintas seperti poco-poco. Musiknya juga seperti poco-poco, tetapi setelah didengar lebih detail, rupanya alunan lagu pengiring senam itu adalah lagu mandarin.

Senam sempat dihentikan sebentar. Dahlan kembali mengajak beberapa masyarakat untuk naik ke atas panggung. Sekitar sembilan orang naik ke atas untuk menuruti permintaan pria ramah senyum itu. “Di lagu berikutnya, pasti semua masyarakat dapat meniru gerakannya. Gerakannya tak banyak, hanya empat gerakan saja. Itu berulang-ulang. Nama gerakannya chiken dance. Gerakan ini harus berpasangan,” ucapnya sebelum memulai senam.

Ketika senam itu dimulai, memang benar, semua masyarakat tampak dapat menirukan gerakan yang dimaksudkan Dahlan tadi. Irama musik dari lagu itu menjadi salah satu soundtrack dari film komedi Warkop DKI, Dono, Kasino Indro. Hingga lagu terakhir dengan gerakan pelemasan, masyarakat tampak mengikuti kegiatan itu sampai habis acara.

Selepas acara itu, ternyata Dahlan tidak bisa langsung meninggalkan tempat itu dikarenakan banyak masyarakat bergantian ingin mengabadikan foto bersama mantan wartawan majalah Tempo itu. Bahkan satu Komunitas bernama Wadah Himpunan Kasih (WHK), tak melewatkan detik bersama Dahlan. Mereka memberi kejutan pada seorang anggotanya yang kebetulan di hari itu merayakan ulang tahun dengan meminta Dahlan Iskan untuk memotong kue ulang tahun itu.

Pontianak Post tak ketinggalan melihat momen itu. Dengan inisiatif sendiri Dahlan lalu turun dan berbaur bersama di perayaan ulang tahun. Usai berfoto bersama masyarakat, ia pun lantas meninggalkan tempat itu untuk terbang menuju ke Makasar menghadiri satu kegiatan penting lainnya.

Di tempat sama, Ketua Ai Xin (WHK), Yap Cie Hun begitu mengapresiasi kegiatan ini. Menurut dia, kedatangan Dahlan Iskan ke Pontianak diharapkan jangan kali ini saja. “Beliau orangnya begitu memasyarakat. Kalau bisa ke Pontianak tiga atau enam bulan sekali. Pengalaman  ini begitu berkesan bagi kami. Ini bisa mempersatukan warga Kota Pontianak.momen seperti ini jarang ditemukan,” ucapnya.

Ia melihat Dahlan Iskan merupakan satu sosok yang sederhana. Meskipun memiliki segudang prestasi dengan memiliki banyak perusahaan tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia, tetapi orangnya tidak sombong. Menurutnya banyak hal patut ditiru dari kepribadian dia. Karena Dahlan merupakan salah satu tokoh yang dapat dibanggakan orang Indonesia. (*)

Berita Terkait