Kebut Pembangunan Entikong

Kebut Pembangunan Entikong

  Kamis, 24 March 2016 17:19
MENINJAU : Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meninjau langsung proses pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terpadu Entikong, Rabu (23/3). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Target Selesai Akhir Tahun Ini

PONTIANAK- Presiden Joko Widodo mewujudkan janjinya meninjau langsung proses pembangunan sarana dan infrastruktur Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Entikong di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Rabu (23/3).

Joko Widodo yang didampingi Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Panglima Jenderal TNI AD Gatot N serta Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyempatkan diri berkeliling di bangunan utama pintu perbatasan antara Indonesia-Malaysia itu.

Dalam kesempatan itu, Joko Widodo mengatakan, proses pembangunan PLBN akan dikebut dan dijadwalkan akan selesai pada Desember 2016 mendatang. "Kita selesaikan tahun ini," ujarnya.

Joko Widodo memastikan, bangunan dan infrastruktur pos lintas batas akan lebih baik dan lebih besar dari sebelumnya. Dan tentunya akan lebih baik dari negera tetangga. "Saya pastikan pos lintas batas ini akan lebih baik dari sebelumnya. Lebih besar dan lebih baik dari yang disana (Malaysia)," katanya.

Menurut Presiden yang akrab disapa Jokowi ini, konsep bangunan pos lintas batas ini berbeda dengan bangunan sebelumnya. Dimana bangunan sebelumnya dibongkar diganti bangunan yang baru.

Selain pos lintas batas, di kawasan tersebut juga akan dibagun pasar modern, sehingga nantinya bisa mengakomodir pedagang kecil atau mikro di sana. "Tapi untuk tahun ini, baru bangunan utama yang akan diselesaikan dulu. Pasarnya nanti. Tahap Dua," paparnya.

Disinggung soal rencana pembangunan pusat berikat, Jokowi  mengaku belum punya rencana. Namun, kata dia, tidak menutup kemungkinan akan dibangun pusat logistik berikat di sana. "Belum mengarah kesana. Tapi tegantung nanti. Kita akan lihat pasarnya dulu. Kalau pasaranya itu kapasitasnya cukup besar, dan memerlukan sebuah kawasan logistik atau pusat berikat, ya nanti kita bangun," terangnya.

Dengan dibangunnya infrastruktur di kawasan perbatasan, Jokowi berharap titik-titik pertumbuhan ekonomi itu ada di pinggir (perbatasan), tidak hanya di pulau Jawa. Menurutnya, yang dibangun juga bukan hanya pos lintas batas, tetapi juga infrastruktur jalannya. "Kita lihat jalan ini sudah diperlebar. Yang dulunya hanya lima meter, sekarang menjadi 20 meter. Kita juga ingin menunjukan bahwa kita adalah negara yang besar. Kita tunjukan fisik negara kita yang memang besar. Ini sebuah kebangggan. Nasionalisme kita harus kita tunjukan. Ini adalah jendela kita, halaman muka kita," jelasnya.

Sementara itu, Kasatker Pengembangan Kawasan Permukiman Khusus Perbatasan, Kementerian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat (PU-PR) Manaek Sihombing mengatakan, proesentase pembangunan Pos Lintas  Batas  Negara hingga saat ini sudah hampir rampung, yakni pada 45,92 persen.

Dikatakan Manaek, pos lintas batas ini berdiri diatas tanah seluas 8 ha. Sedangkan luas bangunan inti sekitar 19.493 meter persegi. Dimana dalamnya, kata Manaek akan dibangun kantor-kantor pendukung, yaitu kantor Bea dan Cukai, karantina, imigrasi dan kesehatan, temasuk security. "Untuk penyelesaian fisik akan diselesaikan pada akhir tahun 2016. 1 Januari 2017, mungkin sudah berfungsi dan beroperasional," katanya.

Menurutnya, konsep bangunan Pos Lintas Batas Negara ini akan lebih baik dari desaign pos negara Malaysia.  Jika dilihat dari desain bangunan, pihaknya mengusung konsep lokal, yaitu pos dibangun menyerupai rumah panjang dan perisai Suku Dayak. "Perisai ini disimbolkan sebagai bagian pertahanan NKRI yang melindungi , sedangkan corak dan warna diterapkan pada bagian elemen dinding dan relief pada bagian pintu gerbang," terangnya. Wakil Bupati Sanggau,Yohanes Ontot mengaku optimis dengan pembangunan PLBN yang dilakukan pemerintah pusat bisa memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan sehingga tata niaga yang dulunya masih tradisional bisa menjadi perdagangan Internasional.

“Cukup pesat pembangunan di perbatasan ini khususnya diKabupaten Sanggau, jika pasar modern sudah dibangun sesuai janji Pak Jokowi tentu warga dari Malaysia bakal ramai berkunjung ke perbatasan,” ujar Yohanes Ontot.

Berdasarkan pantauan Pontianak Post, kunjungan singkat Presiden ke perbatasan ini juga disambut antusias warga sempat, meskipun lalu lintas keluar masuk orang melalui pos lintas batas negara itu sedikit terganggu.

Jokowi tiba di Entikong sekitar pukul 09.30 menggunakan helikopter Super Puma milik TNI AD bersama rombongan. Sekitar 30 menit memantau proses pembangunan PLBN Terpadu Entikong, Presiden bersama rombongan bertolak ke Lanud Supadio Pontianak dan rencananya melajutkan kunjungan kerja ke Tarakan.

Tokoh masyarakat perbatasan Yohanes ACI mengatakan, kunjungan Jokowi diperbatasan diharapan masyaakat membawa perubahan yang lebih baik lagi. Jangan sampai yang diperhatikan hanya bangunan semata untuk menunjukan kepada negara jiran jika pemerintah memperhatikan perbatasan. Justru yang diharapkan masyarakat adalah peningkatan ekonomi dengan menetapkan kebijakan regulasi tata niaga diperbatasan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Setelah PLBN selesai dibangun nanti, diharapkan bisa membuka peluang masyarakat perbatasan untuk meningkatan ekonominya. Jangan sampai masyatakat diperbatasan justru semakin tersisih itu yang tidak kita inginkan,” tegas ACI.

Dia mengakui semenjak kunjungan Jokowi tahun lalu diperbatasan telah membawa perubahan meskipun itu masih belum sepenuhnya terealisasi, sekarang jalan darat lintas negara sudah diperlebar dan jalan dipedalaman juga mulai dilakukan perbaikan. Janji dua tahun merubah  perbatasan harus dipenuhi dan jangan hanya membangun perkantoran saja masyarakat juga perlu diberdayakan, pungkasnya.

Pengawasan PLBN

Tingginya tingkat kerawanan di pintu perbatasan, Presiden Joko Widodo berencana akan bertemu dengan sejumlah unsur forkompinda guna membahas soal pengawasan di pos lintas batas. “Nanti saya akan bertemu dengan seluruh Kapolres, Dandim, Kapolda, Pangdam untuk urusan ini. Baik itu narkoba, terorisme, atau berkaitan dengan masalah keamanan lainnya,” ujar Jokowi

Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Barat Saifulloh Nasution mengatakan, dengan dibangunnya PLBN Terpadu ini maka diharapkan pelayanan dan pengawasan yang dilakukan petugas Bea dan Cukai bisa lebih efektif dan efisien. Seluruh pegawai bisa melaksanakan tugasnya dengan ketentuan prosedur yang ada. “Teman-teman bisa lihat sendiri betapa tidak nyaman dan tertibnya melakukan pelayanan dan pengawasan. Ya karena kondisi selama ini kurang memadahi,” katanya.

Menurut Saifulloh, tingkat kerawanan di perbatasan sangat tinggi. Terbukti dalam enam bulan terakhir, petugas Bea dan Cukai Entikong telah empat kali melakukan penindakan terhadap penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia. “Itu membuktikan jika perbatasan sangat rawan. Modusnya juga berbeda-beda,” paparnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, lanjut Saifulloh, Bea Cukai akan melengkapi diri dengan perlengkapan yang canggih. “Sebenarnya kita punya alat-alat yang lebih canggih, tapi karena proses pengangkutannya sangat sensitif, sampai sini alat itu rusak. Mungkin kedepan akan lebih berhati-hati lagi,” lanjutnya. Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Kalbar untuk mengantisipasi peredaran narkoba. (arf/ags)

 

Berita Terkait