Kebersamaan dan Berbagi Kasih

Kebersamaan dan Berbagi Kasih

  Senin, 11 January 2016 09:33
Sambutan: Wakil Ketua PKK Kalbar Ny Karyanti Sanjaya,SE menyampaikan sambutan Natal Bersama dihadapan anak-anak se-Kota Pontianak di Rumah Radank.Sofian/Humas Pemprov

Berita Terkait

Natal harus dijadikan momentum untuk menjalin kebersamaan serta berbagi kasih, sehingga perayaannya dapat  dirasakan semua Umat Kristiani, termasuk kepada anak-anak. Kebersamaan dengan anak-anak terebut merupakan bentuk ucapan syukur atas kasih karunia yang diberikan Tuhan. Hal ini dikatakan Wakil Ketua PKK Kalbar Ny.Karyanti Sanjaya,SE pada saat perayaan Natal bersama anak-anak  se-Kota Pontianak, di Rumah Radank, Sabtu ( 9/1).

Perayaan Natal memang menjadi momentum yang sangat menarik,  terutama bagi anak-anak. Momen tersebut menjadi momen yang dinanti-nantikan dan memberikan kesan yang mendalam bagi mereka,  Lantas bagaimana memberikan pengertian kepada si kecil tentang makna hadiah natal yang sesungguhnya, “Perayaan Natal memang tak hanya melulu tentang perayaan yang meriah dan mewah. Tapi lebih ke bagaimana Umat Kristiani memahami makna dari Natal itu sendiri, yaitu tentang kesederhanaan, kerendahan hati, dan kebaikan dari Yesus yang dapat menjadi panutan bagi umat-Nya, serta  introspeksi diri. Harus berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi, bisa melayani lebih lagi, dan berbagi kepada sesama, serta melaksanakan perintah Tuhan," ungkap Karyanti.

Dalam Perayaan Natal akan menjadi Cinta akan Allah tidak mengambang seperti sesuatu yang diterbang angin, tapi sesuatu yang nyata, yang kasat mata berupa mencintai sesama manusia dan alam tempat kita berpijak. Jika orang mengatakan bahwa ia mengasihi Allah tetapi membenci saudaranya, ia berdusta karena tidak mungkin mencintai Allah yang tidak kelihatan tanpa mencintai sesama yang kelihatan. Siapa yang mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya .

Bukti mengasihi sesama bisa tampak dalam wujud keterlibatan aktif dalam usaha memerangi kemiskinan, melawan korupsi, serta dalam mengatasi berbagai persoalan sosial, seperti konflik kemanusiaan, menguatnya sikap intoleran, serta perilaku atau tindakan yang membuat persaudaraan antar sesama warga menjadi retak,”imbuhnya (Nasir/Humas Pemprov)

Berita Terkait