kebakaran di pemukiman tinggi

kebakaran di pemukiman tinggi

  Sabtu, 8 Oktober 2016 09:34

Berita Terkait

PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kejadian kebakaran di pemukiman dari Januari hingga September 2016 sudah mencapai 62 kali.

Penyebab utama kebakaran umumnya terjadi karena korsleting listrik. Berdasarkan investigasi Pemkot dan pihak Kepolisian, penyebab kebakaran karena korsleting listrik. Selain itu, kejadian hidup padam aliran listrik juga jadi penyebab korsleting.

“Penyebab lainnya dari bangunan tua semi permanen, di mana kontruksi kayu, papan, dan kabelnya sembarangan bisa menyebabkan kebakaran,” terangnya kepada wartawan, Jumat pagi.

Wakil Wali Kota Pontianak satu periode itu mengingatkan masyarakat agar tak menggunakan kabel pada banyak colokan. Terminal colokan listrik itu ada bebannya. Jika dipaksa dan bertumpu ke satu terminal dapat mengakibatkan kabel meleleh. Jika tak ketahuan korsletnya akan menimbulkan percikan api dan bisa mengakibatkan kebakaran.

Pada peralatan listrik kan sudah nampak kekuatan daya tampungnya. Contoh Edi, jika beban listrik hanya mampu menampung kekuatan sampai 400 watt, maka penggunaan energi listriknya jangan lebih dari itu. “Ini harus diperhatikan masyarakat, terangnya. Selain korlset, pencurian listrik jadi perhatiannya.

“Kita minta PLN lakukan sosialisasi pada masyarakat. Pencurian listrik ini merugikan semua pihak. Apalagi curi listrik dengan mencantol kabel ke PJU. Apabila kejadian ini ditemukan akan kami tindak,” tegasnya.

Ia minta petugas terkait lakukan pemantauan terutama pedagang noninformal yang berdagang di malam hari. Apabila listrik di dapat dari rumah atau ruko ia tak mempermasalahkan. Tapi jika mencuri listrik, dapat dikenakan sanksi karena sudah tindakan pidana.

“Apabila ada aktivitas ini segera laporkan ke Pemkot. Nanti akan kita tindak,” terangnya.

Edi menambahkan, bagi masyarakat harus rutin melakukan pengecekan listrik di rumah masing-masing. Hal sepele seperti ini kadang tak dihiraukan masyarakat. Kalau warga tak memahami kelistrikan sarannya dapat memanggil instalatir untuk melakukan pengecekan. Apabila dalam pemeriksaan ada kabel yang dimakan tikus kan dapat ketahuan dan segera diganti.  

Terpisah, Anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali, mengatakan, tingginya jumlah kebakaran di pemukiman penduduk harus disikapi semua pihak. Kita sebagai masyarakat juga harus lebih paham soal listrik. Apabila hunian warga ditempati lebih dari 10 tahun, perlu kiranya lakukan pengecekan atau konsultasi dengan instalatir.

“Jangan sampai gara-gara korslet rumah tetangga jadi korban,” terangnya. Bagi penjual kabel listrik juga harus menjual barang ber SNI.

“Saya minta Disperindagkop lakukan pengawasan lagi. Tingkat kebakaran pemukiman tinggi, semua harus diantisipasi. Saya minta Disperindagkop turun lagi untuk mengawasi kabel listrik ini,” terangnya.(iza)

 

Berita Terkait