KBM Tetap Dilaksanakan Paska Kebakaran

KBM Tetap Dilaksanakan Paska Kebakaran

  Selasa, 16 January 2018 10:00
PERIKSA: Paska terjadinya kebakaran di tiga ruang belajar dan satu TU di SD Negeri 43 Dungun Perapakan, garis polisi dipasang. Kemudian sejumlah polisi terlihat melakukan pemeriksaan.OZY/Pontianak Post

Berita Terkait

SAMBAS – Paska terjadi kebakaran di Gedung SD Negeri 43 Dungun Perapakan Kecamatan Tebas, Minggu (14/1) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Pada Senin (15/1) siswa di sekolah tersebut tetap masuk sekolah dan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap dilaksanakan. “Kami mengupayakan seluruh siswa dan tenaga pengajar melaksanakan kegiatan belajar mengajar,” kata Kepala SDN 43 Dungun Perapakan, Effendy, Senin (15/1).

Menurutnya, karena kebakaran menghanguskan tiga ruang lokal belajar, sehingga pelaksanaan belajar rencananya akan bergantian. Misalnya untuk siswa kelas 1-3 masuk pagi, selanjutnya pada siang ruang kelas digunakan siswa kelas 4-6. “Kami dari pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan Pemkab Sambas melalui UPT dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Supaya adanya kebakaran yang terjadi, siswa yang sekolah di sini tetap melaksanakan proses belajar,” kata Effendy.

Disebutkannya, jumlah siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 di SD Negeri 43 Dungun Perapakan adalah 215. Dimana bangunan sekolah, pada Minggu malam ada tiga ruang lokal belajar serta satu ruangan TU di lalap si jago merah. “Jadi untuk ruang yang tak ikut terbakar, akan kami gunakan untuk proses belajar mengajar dengan sistem bergantian pagi dan siang,” katanya.

Hal ini, disampaikan Effendy, cara itu akan efektif digunakan. Dibanding dengan harus menggunakan tempat atau bangunan yang lain, yang nantinya akan lebih jauh jarak tempuh nya untuk ke tempat belajar. “Kami akan berupaya, atas musibah tersebut tak sampai mengganggu proses belajar mengajar. Terutama siswa kelas 6, yang memang harus diutamakan,” katanya.

Pantauan di lapangan, paska kebakaran gedung SD Negeri 43 Dungun Perapakan. Pada Senin, aktivitas belajar mengajar sudah dilaksanakan. Sementara, terlihat puing-puing bangunan sekolah bekas terbakar. Tampak juga sejumlah petugas polisi melakukan pemeriksaan di lokasi. Garis polisi pun sudah terpasang diarea tersebut.  Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH menyatakan atas musibah yang terjadi di SD Negeri 43 Dungun Perapakan. Pemkab Sambas segera mengalokasikan anggaran guna membangun kembali sarana pendidikan yang hangus dilalap api tersebut.

“Sudah disiapkan alokasi anggaran untuk pembangunannya, dan akan diusahakan untuk ruang kelas yang terbakar terlebih dahulu,” kata Wabup Sambas. Pihaknya berharap atas kejadian tersebut tak sampai menghentikan proses belajar mengajar. Hal ini juga sudah didiskusikan dengan pihak sekolah. “Rencananya ada perubahan jam masuk sekolah, yakni siang untuk sejumlah kelas. Nanti ini juga akan didiskusikan dengan wali murid atau orang tua siswa, karena pihak orang tua harus mengetahui jam belajar kalau ada perubahan,” katanya.(fah)

Berita Terkait