Kayu Makin Sulit Dapat, Pipa Besi Disulap Jadi Meriam

Kayu Makin Sulit Dapat, Pipa Besi Disulap Jadi Meriam

  Selasa, 5 July 2016 23:22
Meriam pipa besi menghasilkan dentuman yang cukup kuat.

Berita Terkait

SEMANGAT untuk bermain meriam kerbit tak pernah padam bagi warga pinggir Sungai Kapuas. Permainan yang sudah dilakukan secara turun temurun ini terus terjaga hingga kini. Memang sulitnya mendapatkan kayu log dan rotan menjadi kendala utama. Kalaupun ada harganya begitu mahal. Ukurannya juga tidak sebesar dulu lagi.

Namun problem ini disikapi warga Gang Madrasah, Jalan Tanjung Harapan, Keluarahan Banjar Serasan, Pontianak Timur dengan memanfaatkan pipa besi. Sisa potongan pipa besi yang tidak terpakai mereka sambung. “Kalau kita dapat yang satu meter bisa disambung menjadi empat atau lima pipa,” kita Rizal, warga Gang Madrasah.

Rizal sudah cukup makan asam garam dalam membuat meriam. Pria berusia 45 tahun ini membuat meriam ketika masih sekolah dasar. Dulu membuat meriam menggunakan kayu log. “Era tahun 80-an, kayu dengan mudah di dapat. Begitu juga dengan rotan. Asal mau saja berkayuh di Sungai Kapuas, bisa dapat kayu log yang hanyut. Begitu juga rotan,” ujar Rizal bercerita.

Namun kondisinya berbeda saat ini. Untuk mendapatkan kayu log begitu sulit. Apalagi mencari kayu dengan diameter satu meter dan panjang lima meter. Orang yang berjualan kayu log juga sudah sangat langka. Kalau pun dapat kayu log, dengan menebang pohon asam atau durian.

Namun Rizal tak patah arang. Kayu log sudah diganti dengan bekas potongan pipa besi. Dia mencari kesana kemari untuk mendapatkan potongan pipa. Kerja keras akhirnya berhasil. Kini mereka bisa bermain meriam besi sebanyak empat buah. Tiga buah sudah dibuat sejak tiga tahun lalu. Tahun ini dapat tambahan satu meriam.

Harga potongan pipa besi berpariatif. Kalau kenal dengan pemiliknya, harga jual bisa murah yakni Rp1.500.000. “Tapi kalau tak kenal, harganya bisa lebih Rp2 juta,” lanjut Rizal. Biaya yang tak kalah besar adalah upah las untuk sambungan pipa. Biaya ini juga cukup mahal. Termasuk untuk menutupi lubang belakang. Las harus kuat. Jika tidak, bisa lepas saat dibunyikan.

Bunyi meriam pipa besi tak kalah nyaring dengan meriam dari kayu. Cara permainannya juga tidak berbeda. Kelebihan meriam ini tahan lama. Kalau penyimpanan dilakukan di tempat yang benar, bisa tahan puluhan tahun. Selain itu juga tidak khawatir pecah atau simpai meriam putus seperti pada meriam kayu.

Permainan meriam pipa besi ini juga dilakukan warga Gang Nusa Indah, Jalan Adisucipto. Ada delapan meriam besi di kawasan ini. Ukuran pipa yang digunakan bervariasi. Pipa paling besar bisa mencapai diameter 50 cm. Kayu sulit didapat, pipa besi pun jadilah meriam.**

Berita Terkait