Kayong Utara Resmi Miliki KPAID , Siap Beri Perlindungan Hukum

Kayong Utara Resmi Miliki KPAID , Siap Beri Perlindungan Hukum

  Sabtu, 19 December 2015 07:47
PENGAMBILAN SUMPAH: Bupati Kayong Utara Hildi Hamdi saat melakukan pengambilan sumpah terhadap komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Kayong Utara, kemarin (18/12). DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 SUKADANA – Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid mengukuhkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Kayong Utara. Pengukuhan tersebut berlangsung di Gedung Balai Praja Sukadana, Jumat (18/12). Prosesi tersebut dihadiri jajaran kepala SKPD dan instansi lainnya.

Bupati dalam amanahnya menegaskan bahwa keberadaan KPAID di kabupaten ini, sangat diperlukan. Diakui dia, saat ini tidak sedikit kenakalan remaja yang mengakibatkan mereka harus berurusan dengan pihak berwajib.
“Adanya KPAID ini di daerah merupakan kebutuhan mendesak di tengah keberagamannya masalah anak yang semakin hari semakin kompleks dan mengkhawatirkan. Serta persentase kekerasan dan pelecehan terhadap anak semakin meningkat,” ujar Bupati saat menyampaikan sambutannya. Dia yakin, keberadaan mereka akan memberikan dampak yang positif kepada anak. Dia juga menyarankan agar lembaga yang satu ini dapat selalu berkoordinasi dengan segala lintas sektor secara menyeluruh, terkait setiap permasalahan yang dihadapi anak saat ini. “Saya sangat yakin dan percaya telah terbentuknya Komisi Perlindungan Anak Daerah, akan mengurangi kasus-kasus yang terjadi pada anak-anak kita,” harap Hildi.
Dia menegaskan bahwa pemerintah sangat berkomitmen menjadikan anak sebagai prioritas utama. Terlebih, dia mengingatkan, nasib dari bangsa dan negara ini berada di tangan generasi yang akan datang. “Semoga hadirnya KPAID dapat menjalankan tugasnya sebaik mugkin, sesuai dengan apa yang kita harapkan,” cetusnya.
Sementara itu, ketua KPAID Kabupaten Kayong Utara, Syaeful Hartadin, sangat sependapat akan komitmen pemerintah, untuk menjadikan anak sebagai bentuk pioritas dalam keberlangsungan suatu negara dan pemerintahan. Untuk itu, dia berjanji akan berkerja dan menjalan tugas mereka sebagaimana mestinya.  “Untuk anak  kita, ini merupakan aset kita bersama. Dan yang paling terpenting, peran serta orang tua lebih penting dalam mengawasi anak-anaknya. Karena  tanpa peran serta orang tua, kami tidak akan mempu untuk mejalankan tugas kami. Karena ini semua sangat perlu adanya kerja sama yang baik,” ucap Syaeful.
Setelah terbentuknya KPAID Kabupaten Kayong Utara, ia beserta komisioner lainnya, akan segera mengambil langkah cepat untuk menyampaikan kepada masyarakat tujuan dibentuknya KPAID di kabupaten ini. “Bahwa saat ini setiap permasalahan anak yang ada dan yang sampai ditangani pihak hukum, KPAID dapat mendampingi anak tersebut, untuk memberikan perlindungan hukum kepada anak (yang) sedang menghadapai permasalahan,” ujarnya. (dan)
 
 
 
 

 

Berita Terkait