Kawasan Perbatasan Terus Dibangun

Kawasan Perbatasan Terus Dibangun

  Kamis, 29 Oktober 2015 10:00
PARALEL PERBATASAN: Jalan paralel perbatasan yang dikerjakan Denzipur TNI AD tengah berlangsung pengerjaannya. SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Pemerintah memberikan  perhatian pada wilayah perbatasan yang masuk Kabupaten Sintang. Ada banyak program dan proyek skala besar yang diarahkan ke perbatasan di Kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah. Salah satunya adalah megaproyek pembangunan jalan paralel perbatasan. Karena itu warga perbatasan perlu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) guna mengisi kemajuan pembangunan tersebut.

“Pembangunan di kawasan perbatasan  akan terus bergerak. Jalan paralel sedang dibangun yang menghubungkan Sintang dengan Sanggau dan Kapuas Hulu, Sintang dengan Malaysia. Border juga akan segera dibangun. Orang akan berdatangan. Maka, saya berharap agar masyarakatnya juga menyiapkan diri menghadapi perubahan yang begitu cepat. Langkah jangka panjang yang harus dilakukan  masyarakat perbatasan adalah dengan menyekolahkan anak-anaknya. Supaya kita siap menghadapi perubahan dan orang dari berbagai wilayah. Dan wilayah perbatasan akan menjadi beranda depan dan persaingan akan semakin ketat,” kata penjabat Bupati Sintang  Alexius Akim, saat berkunjung Desa Gut Jaya Bakti Ketungau Tengah.

Kunjungan Akim ke Desa Gut Jaya Bakti didampingi  Ketua DPRD Sintang Jefray Edwrad, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Marchues Afen, Kepala Bappeda Florentinus Anum, Kadis Kesehatan Harysinto Linoh, dan Kadis Pekerjaan Umum Murjani. Rombongan Pj Bupati  itu menjajal jalan paralel perbatasan dengan menggunakan kendaraan roda empat mulai dari Simpang Mengerat sampai Simpang Sepulau Desa Mungguk Gelumbang Kecamatan Ketungau Tengah.

Jalan yang dikerjakan  Grup 9 Denzipur Angkatan Darat  tersebut memiliki lebar 25 meter dan panjang 45 Kkm mulai dari Nanga Kantuk Kabupaten Kapuas Hulu menuju wilayah Kabupaten Sintang yakni Desa Jelemuk, Wana Bakti, Mungguk Gelumbang sampai Desa Nanga Kelapan. Tahun 2016, pembangunan jalan paralel perbatasan tersebut akan ditembuskan sampai ke wilayah Ketungau Hulu.

Seperti diketahui Sintang merupakan salah satu dari lima kabupaten di Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Kelimanya yakni Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu. Dan, khusus di Sintang terdapat dua kecamatan yang wilayahnya berbatasan dengan Malaysia, yakni Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu.Karena itu, Akim berpesan masyarakat harus mengambil kesempatan besar atas kemajuan pembangunan di perbatasan. Terutama warga perbatasan mesti bersekolah. Pendidikan harus ditempuh mulai jenjang SD hingga perguruan tinggi.

Saat berkunjung ke Desa Gut Jaya Bakti, Akim juga menyinggung mengenai pemilihan Bupati pada 9 Desember mendatang. Akim  berpesan agar pemilih tidak memilih pasangan calon yang membagi-bagikan uang kepada masyarakat. “Jangan pilih calon kepala daerah yang kasi uang. Gunakan suara dengan benar sesuai hati nurani. Jangan sampai karena uang Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu, pilihan menjadi tidak sesuai hati nurani. Karena calon yang memberikan uang itu berarti mereka membeli suara dan hak masyarakat. Bayangkan uang Rp 50 ribu untuk 5 tahun, maka setahun bapak ibu hanya dihargai Rp 10 ribu saja. Dan jika calon yang memberikan uang yang menang, jangan pernah berharap akan ada pembangunan,” kata Akim. (stm)

 

Berita Terkait