Kawah Ijen dan Alas Purwo jadi Cagar Biosfer Unesco

Kawah Ijen dan Alas Purwo jadi Cagar Biosfer Unesco

  Sabtu, 26 March 2016 14:42
http://www.gunungijen.com

Berita Terkait

UNESCO, badan PBB yang mengurus pendidikan dan kebudayaan, menetapkan Gunung Ijen dan Taman Nasional Alas Purwo sebagai sebagai Cagar Biosfer Dunia dalam sidang International Coordinating Council (ICC) Program Man and The Biosphere (MAB) di Lima, Peru, 18-20 Maret.
Status ini membuat Kabupaten Banyuwangi, pemilik dua kawasan itu, patut bangga. Pamor Gunung Ijen kini tidak lagi dikenal masyarakat sekitar dan Indonesia, tapi dunia. Alas Purwo, yang sebenarnya destinasi lama, kini dipromosikan Unesco.
Konsep cagar biosfer digagas Unesco sejak 1971. Hingga saat ini, Unesco telah menetapkan 669 kawasan biosfer di 120 negara.
Abdullah Azwar Anas, bupati Banyuwangi, tidak bisa menyembunyikan rasa sukanya ketika mendengar pengumuman Unesco. "Saya dapat informasi itu dari Peru, lengkah dengna fotonya," kata Azwar Anas.
Menurut Azwar Anas, status dari Unesco untuk Gunung Ijen dan Alas Purwo membuat Banyuwangi mendapat value baru berstandar internasional. Kini, katanya, semua destinasi wisata pariwisata di Banyuwangi juga harus berstandar internasional.
Gunung Ijen terkenal dengan kawan terasam di dunia, dengan dinding kaldera setinggi 300 sampai 500 meter dan luas 5.466 hektar. Khusus ukuran kawah memiliki luas kira-kira 20 kilometer.
Cairan belerang mengalir tanpa henti di bawah kawah, menimbulkan percikan api berwarna biru. Fenomena inihanya ada dua di dunia; di Kawan Ijen dan di sebuah gunung di Eslandia.
Alas Purwo adalah kawasan hutan dan hutan yang luas, dengan Pantai Plengkung yang memiliki ombak besar. Di tempat ini, wisatawan asing yang biasa surfing merasa dimanja.
"Status dari Unesco untuk Kawah Ijen dan Alas Purwo sejalan dengan komitmen kami menggusung konsep pengembangan wisata berbasis melestarikan lingkungan," kata Azwar Anas.(r)

Berita Terkait