Kasus Kekerasan Seksual Anak

Kasus Kekerasan Seksual Anak

  Kamis, 23 June 2016 10:00
Ilustrasi

Berita Terkait

SAMBAS - Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH prihatin kasus tujuh anak korban pencabulan di Kecamatan Subah. Pihaknya, berharap penanganan dilakukan secara spesial, karena melibatkan anak di bawah umur.

“Sangat prihatin, kita berharap semua pihak secara cepat menangani kasus ini. Karena korban dan pelaku masih anak-anak, kita berharap treatment khusus diterapkan dalam penanganannya, terutama para korban,” kata Hj Hairiah, kepada wartawan Rabu (22/6).

Termasuk peran dari masyarakat sekitar. Sangat penting dalam rangka menyembuhkan trauma yang dialami para korban.

“Orang tua korban, memiliki peran sangat penting dalam rangka penanganan kasus ini. Kemudian dari masyarakat sekitar,” katanya.

Ke depannya, kasus kekerasan hingga kejahatan yang menimpa anak. Akan menjadi perhatian serius Pemkab Sambas. Kemudian mendorong semua pihak, termasuk masyarakat untuk berpartisipasi dalam rangka pencegahannya.

Badan Pemberdayaan Perempuan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPPM KB) Kabupaten Sambas akan mendatangi tujuh anak korban pencabulan dan sodomi yang diduga dilakukan M alis K.

“Kita akan melihat kondisi ke tujuh korban pencabulan yang terjadi di Kecamatan Subah,” kata Kepala Seksi Perlindungan Perempuan dan Anak Badan Pemberdayaan Perempuan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPPM KB) Kabupaten Sambas, Susi Mirawati.

Menurutnya, ada beberapa tipe karakter anak setelah mendapatkan perlakuan tidak wajar. Dari pengalaman korban-korban sebelumnya yang pernah ditangani. Ada tipe dimana anak traumanya bersifat sementara, namun banyak juga yang atas perlakukan yang diterimanya. Dia menjadi takut bertemu dengan siapapun, sehingga hilang kepercayaan diri. Sehingga tipe-tipe inilah yang harus menjadi perhatian.

“Kita akan turun ke Subah, untuk melihat kondisi sebenarnya. Selanjutnya akan ditentukan langkah yang akan kita lakukan, apakah itu membawanya ke tempat untuk pemulihan kondisi, atau seperti apa,” katanya.

Namun apapun langkah yang bisa dilakukan. Harus se izin orang tua. “Kendalanya jika kita akan melakukan langkah pemulihan kondisi korban. Orang tua terkadang tidak mengizinkan,” katanya. Memang, untuk pemulihan kondisi. Peran orang tua sangat penting. Namun jika itu tidak diperankan dengan baik oleh orang tuanya, maka akan susah untuk pulih dari trauma.

Dari sisi pelaku, sebutnya, karena masih berusia 13 tahun. Pihaknya menduga kurangnya pengawasan yang dilakukan pihak orang tua. Dimana sang anak menggunakan Handphone tanpa diawasi, sehingga membuka situs porno.

“Beberapa kasus yang kita terima. Pelaku sampai melakukan hal tersebut, berawal dari kurangnya pengawasan orang tua. Karena pihak orang tua diantaranya sudah bercerai, belum bercerai tapi ada permasalahan sehingga melupakan perhatian kepada anak. Sehingga ini berawal dari bagaimana perhatian orang tua kepada anaknya masing-masing,” katanya.

Artinya peran dan pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah aksi kejahatan yang dilakukan dan dialami anak-anak termasuk dalam penggunaan alat komunikasi seperti HP.

Jajaran Polres Sambas sedang menangani kasus dugaan pencabulan dan sodomi yang dilakukan M warga Subah, kepada tujuh korbannya. Saat ini, perkara telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan Negeri Sambas. (fah)

Berita Terkait