Kasrin, Haji yang Tak Terdaftar di Depag Itu Sudah Pulang

Kasrin, Haji yang Tak Terdaftar di Depag Itu Sudah Pulang

  Jumat, 7 Oktober 2016 21:25
FOTO KHOLID KHAZMI/RADAR KUDUS

Berita Terkait

Rumah Kasrin, tukang becak yang ’’naik haji’’ tapi tak terdaftar resmi di Kemenag, terus dipenuhi tamu. Hingga saat ini, rumah sederhana di RT 3, RW 2, Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Pamotan, Rembang, Jawa Tengah itu tampak ramai.

Warga bergantian masuk ke ruang tamu di rumah berdinding kayu tersebut untuk bersilaturahmi dengan pemilik rumah. Satu per satu tamu menyalami pria 60 tahun itu. Kasrin pun tampak ramah menyambut para tamu.

Ya, Kasrin memang baru dua hari pulang. Dia datang bersamaan dengan kepulangan rombongan haji Rembang kloter 38, Selasa (4/10).

Kasrin menuturkan, dirinya tiba di Masjid Jami’ Lasem sekitar pukul 09.00. ”Nderek (ikut, Red) bis Sarang. Mandap teng (turun di. Red)) Lasem, terus dijemput wangsul (pulang, red)Gembul,” jelasnya.

Tak banyak cerita yang keluar dari mulut pria yang sehari-hari menarik becak di Lasem tersebut. Saat ditanya tentang kondisinya di Makkah, dia mengaku sehat dan bisa beribadah dengan lancar. Saat menjalankan ibadah, dia mengikuti rombongan haji dari Kecamatan Pancur, Rembang.

Kasrin mengungkapkan, seminggu sekali dirinya selalu memberi amplop berisi Rp 50 ribu ke masjid di dukuhnya. Bahkan, sesaat sebelum berangkat, dia juga menyerahkan amplop berisi Rp 1 juta kepada pengurus masjid.

Saat ditanya uang itu pemberian siapa, Kasrin menjawab bahwa yang memberinya tidak kelihatan. ”Namanya manusia kan beda-beda. Ada yang bisa lihat hal seperti itu, ada pula yang tidak,” tuturnya.

Setelah kurang lebih dua jam menjamu para tamu, sekitar pukul 12.00 keluarga meminta Kasrin beristirahat demi menjaga kesehatannya. Beberapa anggota Polsek dan Koramil Pamotan tampak berjaga di depan rumah Kasrin. Tujuannya, menjaga suasana tetap kondusif ketika banyak tamu yang berdatangan.

Sementara itu, Abdul Rozak, ketua regu jamaah haji asal Pancur, Rembang mengaku sama sekali tak pernah bertemu Kasrin. Baik di Makkah maupun ketika pemulangan kemarin. Bahkan, setiba di Masjid Jami’ Lasem, ta’mir masjid setempat mengumumkan bahwa tidak ada yang bernama Kasrin di antara 75 jamaah haji.

”Ta’mir memberitahukan itu karena sebelumnya banyak orang yang bertanya kepada pengurus masjid,” ungkapnya.

Dia menyatakan, saat di Makkah, dirinya memang memperoleh kabar dari keluarganya tentang keberangkatan Kasrin ke Tanah Suci. Namun, dia dan rombongan lainnya tak pernah melihat keberadaan Kasrin.

Kabar kepulangan Kasrin, tukang becak yang ’’naik haji’’ tapi tak terdaftar resmi di Kemenag beredar cepat. Masyarakat pun berbondong-bondong datang ke rumah Kasrin di Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Pamotan, Rembang. Yang datang pun bukan saja para tetangga dekat, tapi juga warga dari beberapa kawasan Rembang.

Bahkan, masyarakat dari kabupaten tetangga seperti Tuban dan Blora pun datang ke rumah Kasrin. Selain penasaran dengan kabar berangkatnya Kasrin ke Makkah secara misterisu, mereka juga ingin didoakan.

Saking banyaknya yang datang, tamu Kasrin pun berjubel. Kondisi itu membuat perangkat desa mengambil langkah pengamanan. Kepala Desa Sumberejo, Pamotan, Purwanto menuturkan, selama ini pihak desa menjalin komunikasi intens dengan keluarga Kasrin. Karena itu, dia sengaja meminta bantuan anggota Polsek dan Koramil Pamotan, Rembang untuk mengondisikan tamu yang datang.

”Kami menyarankan agar Pak Kasrin saja yang menceritakan. Sebab, dia sendiri yang mengalami,” katanya. ”Sebab, saya sendiri juga tidak tahu persis yang dialaminya. Pihak desa hanya bisa melakukan pengamanan rumah dengan bantuan aparat kepolisian dan koramil,” imbuhnya.

Kehebohan Kasrin yang naik haji dimulai September lalu. Dia dikabarkan berangkat ke Tanah Suci dengan cara yang tidak lazim. Dia diberangkatkan seseorang yang misterius. Padahal, namanya tidak pernah tercatat di Kemenag. Hingga kini, kebenaran peristiwa tersebut masih menjadi tanda tanya besar.

Yang jelas, Abdul Rozak, ketua regu jamaah haji asal Pancur, mengaku sama sekali tak pernah bertemu Kasrin. Baik di Makkah maupun ketika pemulangan kemarin. Bahkan, setiba di Masjid Jami’ Lasem, Rembang, ta’mir masjid setempat mengumumkan bahwa tidak ada yang bernama Kasrin di antara 75 jamaah haji. ”Ta’mir memberitahukan itu karena sebelumnya banyak orang yang bertanya kepada pengurus masjid,” ungkapnya.

Dia menyatakan, saat di Makkah, dirinya memang memperoleh kabar dari keluarganya tentang keberangkatan Kasrin ke Tanah Suci. Namun, dia dan rombongan lainnya tak pernah melihat keberadaan Kasrin. Padahal, berdasar pengakuan Kasrin, selama di Makkah dan saat pulang dirinya ikut rombongan jamaah asal Pancur. (lid/ali/c18/ami)

 

 

 

 

Berita Terkait