Karyawan PT. Rizeki Kencana Berunjuk Rasa

Karyawan PT. Rizeki Kencana Berunjuk Rasa

  Kamis, 14 April 2016 10:48
MEDIASI: Perwakilan karyawan bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan perwakilah PT. Rizeki Kencana tengah melakukan mediasi untuk mencari solusi terhadap tuntutan ratusan karyawan yang telah di PHK dan sementara waktu dirumahkan perusahaan.Ashri isnaini/pontianak post

Berita Terkait

KUBU RAYA – Ratusan karyawan PT. Rizeki Kencana di Desa Sungai Deras Kecamatan Teluk Pakedai, Selasa (12/4) melakukan unjuk rasa di lokasi perkebunan . Untuk rasa untuk menuntut haknya yang selama ini dinilai belum sepenuhnya diberikan perusahaan.   

salah satu karyawan, Badruddin (39) menceritakan sejak beberapa minggu lalu terdapat sekitar 362 karyawan yang dirumahkan dan dilakukan pemutusan hubungan kerja. “Alasan perusahaan melakukan PHK dan merumahkan karyawan karena katanya saat ini ekonomi perusahaan sedang menurun akibat dari lesunya perekonomian di negara China,” kata Badruddin.

Ratusan karyawan perusahaan tersebut merupakan warga asli masyarakat enam desa di Kecamatan Teluk Pakedai dan Kecamatan Kubu yang berdomisili di sekitar perusahaan berinvestasi.

Sejak merumahkan karyawan, Badrudin menceritakan sebagian besar karyawan hanya mendapatkan upah sebesar 50 persen dan dari gaji pokok, padahal seharusnya kata dia jika mengacu pada peraturan pemerintah mengenai ketenagakerjaan, kendati dirumahkannya seharusnya pihak perusahaan bisa memberikan upah gaji pokok secara utuh.

“Tidak hanya itu, hingga saat ini juga masih banyak  karyawan harian lepas yang sudah bekerja sekitar tiga tahun namun juga belum diangkat menjadi pegawai tetap, padahal jika mengacu pada undang-undang ketenagakerjaan harusnya paling lama sekitar tiga bulan para karyawan lepas itu sudah bisa diangkat menjadi karyawan tetap,” bebernya.

Ratusan karyawan yang di PHK dan dirumahkan itu menurutnya telah berlaku efektif sejak 1 April lalu. “ Untuk karyawan yan dirumahkan sesuai dengan surat keputusan yang kami terima dari perusahaan akan dirumahkan hingga 6 bulan kedepan,” terangnya.

Pria yang juga tokoh masyarakat desa setempat ini berharap agar pihak perusahaan bisa kembali memperkerjakan pekerja baik yang telah di PHK maupun yang dirumahkan. “Kalaupun yang dirumahkan itu masih belum bisa dipekerjakan dalam waktu dekat setidaknya pihak perusahaan bisa memberikan upah gaji pokok secara utuh,” harapnya.

Desakan untuk kembali mempekerjakan ratusan karyawan itu, lantaran kata Badrudin saat ini sektor perkebunan merupakan mata pencaharian utama masyarakat desa setempat. “Sebelumnya lahan yang kami miliki digunakan untuk bercocok tanam dengan menanam jagung, padi dan sejenisnya namun setelah perusahaan masuk sekitar 4.384 hektar lahan yang dimiliki masyarakat diserahkan keperusahaan untuk kemudian dikelola menjadi perkembangan sektor perkebunan,” ungkapnya.

Sementara itu Sabri (32) karyawan PT. Rizeki Kencana lainnya juga beharap  agar semua karyawan yang dirumahkan bisa kembali dipekerjakan. “Kalaupun memang tidak bisa untuk kembali dipekerjakan setidaknya pembayaran gaji pokok yang diberikan bisa maksimal 100 persen sesuai dengan aturan pemerintah setempat,” ungkapnya.

Jika tidak ada keputusan dari perusahaan maka dalam waktu dekat kami akan menurunkan massa yang lebih banyak lagi untuk kemudian melaporkan kasus ini ke Dinas Tenaga Kerja hinga ke pihak DPRD Kubu Raya.

Secara terpisah Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kubu Raya, Nurysam Ibrahim membenarkan jika belum lama ini pihaknya telah berupaya melakukan mediasi antara pihak perusahaan dan para karyawan.

“Saat ini kami tengah mengumpulkan data dan dokumen-dokumen terkait berbagai keluhan yang diutarakan  para karyawan tersebut. Agar persoalan ini segera rampung saya berharap pihak karyawan bisa proaktif untuk melaporkan berbagai perkembangan yang terjadi di lapangan ke Dinas Sosial Tenaga Kerja  dan Transmigrasi Kubu Raya,” pungkasnya.

Nursyam mengimbau agar pihak karyawan bisa bersabar sembari menunggu proses pengumpulan hingga pengkajian data atau dokumen-dokumen yang saat ini tengah dipelajari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kubu Raya. “Saya berharap agar masalah ini cepat selesai, karenanya kami sangat membutuhkan peran aktif dari setiap pekerja untuk melaporkan perkembangan yang terjadi di lapangan kepada Dinsosnakertrans Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

 

 

Berita Terkait