Karhutla Harus Ditangani Sejak Dini

Karhutla Harus Ditangani Sejak Dini

  Rabu, 18 Oktober 2017 10:00
PUKUL GONG : Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya memukul gong saat membuka Kick Off Workshop and Planing Review Forclime II - FIE Management di Hotel Golden Tulip, Senin (16/10) | FOTO HUMAS

Berita Terkait

PONTIANAK - Masalah kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat harus menjadi perhatian serius bersama.  "Kalbar berjuang keras untuk menangani kasus kebakaran yang terjadi di tahun 2015," kata Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya ketika membuka kegiatan Kick Off Workshop and Planing Review Forclime II - FIE Management di Hotel Golden Tulip, Senin (16/10)

Ia mengatakan segala cara telah dilakukan agar kasus serupa tidak terulang kembali. Bencana itu menimbulkan kerugian secara ekonomi, ekologi, dan sosial. 

Bercermin dari hal tersebut, maka perlu komitment bersama dari semua pihak dalam mencegah kebakaran hutan sehingga peristiwa tersebut tidak terulang kembali pada tahun-tahun mendatang.  “Workshop ini sangat penting dan strategis agar memberikan implikasi positif dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Semuanya harus bekerjasama dengan meninggalkan ego sektoral," jelas Christiandy. 

Menurut Christiandy, upaya pencegahan dini dan antisipasi sebelumnya terhadap kebakaran menjadi hal penting untuk dipersiapkan. 

Pada tahun 2017 kasus kebakaran hutan dan lahan menurun drastis. Jumlah titik api berdasarkan satelit NOOA telah berkurang. Sebelumnya pada tahun 2015 jumlah titip api mencapai 2.718 titik api kemudian ditahun 2016 menjadi 1.576 titik api serta menurun kembali menjadi 617 titik api hingga oktober 2017.

“Ini karena komitment serta bekerjasama dan kolaborasi para pihak terkait yang mampu mengantisipasinya," imbuhnya. 

Kick Off Pelaksanaan Program Pilot Percontohan untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan direncanakan mengambil wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kubu Raya akan disupport Dinas Kehutanan Prov Kalbar bekerjasama dengan Giz Forclime dengan lembaga pelaksanaan berasal ECO  CONSULT, akan benar-benar menjadi contoh kolaborasi yang baik dan akan dapat direplikasi dilokasi lainnya. (mse)

Berita Terkait