Kapuas Hulu Kekurangan 5.982 Pegawai

Kapuas Hulu Kekurangan 5.982 Pegawai

  Jumat, 20 May 2016 10:07
H. Sarbani

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Memiliki wilayah luas, sama dengan luas Provinsi Banteng dan Jawa Barat, dengan penduduk tipis tetapi memencar dan separuh dari luas wilayahnya adalah kawasan konservasi. Merupakan tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu saat ini. Terbatasanya Aparatur Sipil Negara (ASN), merupakan salah satu kendala yang dihadapi, terutama tenaga pengajar.

Pelaksana tugus (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kapuas Hulu, H Sarbani mengatakan total guru baik tingkat Sekolah Dasar (SD), sekolah tingkat pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Kapuas Hulu 2.838 orang. Sementara, kebutuhan secara keseluruhan mulai dari SD sampai SMA kurang lebih 5.634 guru, ini untuk mengisi kekosongan guru di sekolah-sekolah.

Artinya terang, Dia lagi, Kabupaten Kapuas Hulu saat ini masih kekurangan tenaga guru kurang lebih 2.796 guru. “Kekurangan ini belum dihitung dengan pensiunnya guru-guru Inpres angkatan tahun 70-an sampai tahun 80-a,” jelasnya. 

Kekurangan ini, sambung dia lagi, dihitung berdasarkan rasio sekolah yang tersebar hingga ke desa-desa dan itu sesuai hitungan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Selain kekurangan tenaga guru, ASN bidang kesehatan juga terbilang masih kurang dari kebutuhan seharusnya. Saat ini tenaga kesehatan tersedia kurang lebih 689 orang. Sementara kebutuhan yang mesti dipenuhi adalah 1.103 orang. Dengan demikian, untuk tenaga kesehatan masih kekurangan 414 ASN. “Umumnya tenaga kesehatan yang masih kurang adalah bidan desa dan dokter,” jelasnya.

Demikian juga dengan tenaga teknis lain-lain atau ASN struktural juga masih banyak kekurangan, baik untuk mengisi kekosongan di kabupaten maupun kantor kecamatan. Dia mengatakan, untuk tenaga teknis lain-lain ada kurang lebih  2.284 dengan rasio sebenarnya yang harus dipenuhi adalah 5.056 orang.“Untuk ASN struktural Kabupaten Kapuas Hulu masih kekurangan 2.772 orang,”katanya.

Jika dihitung secara keseluruhan, Kabupaten Kapuas Hulu masih kekurangan ASN kurang lebih 5.982 orang. Dia mengatakan, tingginya angka kekurangan ASN di daerah ini, selain karena moratorium penerimaan PNS, juga disebabkan banyaknya ASN yang pensiun, terutama guru Inpres. Selain itu usulan formasi penerimaan CPNS yang disampaikan Pemkab pada Menpan-RB tak pernah terpenuhi.

“Penerimaan CPNS bukan kewenangan pemerintah kabupaten. Kami hanya mengusulkan formasi yang dibutuhkan. Namun tidak pernah terpenuhi sesuai kebutuhan,” terang Sarbani. 

Pria yang juga menjabat sebagai kepala Dishubkominfo Kapuas Hulu ini mengatakan. Untuk kebutuhan ASN yang mendesak saat ini adalah guru dan medis yang akan ditempatkan di kecamatan dan desa-desa. (aan)

Berita Terkait