Kapuas Hulu Kabupaten Konservasi, Sebagai Paru-Paru Dunia

Kapuas Hulu Kabupaten Konservasi, Sebagai Paru-Paru Dunia

  Sabtu, 19 December 2015 08:07
PETI: Tambang emas tanpa izin di sungai Kapuas Hulu. Merusak dan mencemari lingkungan, sering dirazia tetapi selalu timbul lagi. ISTIMEWA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Kabupaten Kapuas Hulu sudah ditetapkan sebagai kabupaten konservasi, karenanya bumi Uncak Kapuas merupakan salah satu paru-paru dunia. Namun sayangnya, dunia masih tarik ulur untuk memberikan insentif. Mustaan, KAPUAS HULU

DAERAH harus komitmen menjaga hutannya. Nasib masyarakat di sekitar hutan masih tertinggal, sementara mereka wajib menjaga kelestarian hutan disekitar mereka.Dr Ir H Gusti Hardiansyah MSc, QAM, Dekan Fakultasi Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, saat berkunjung ke Putussibau, belum lama ini mengatakan.Saat waktu COP (Conference of Parties) 21 Paris, Prancis awal Desember lalu negosiasi insentif, duni international belum secara gamblang terjadi. Tidak seperti Protokol Kyoto, itu jelas berapa insentifnya, artinya masih tarik ulur.

“Negara maju dan berkembang masih tarik ulur soal insentif," katanya.  Kendati begitu, masih ada komitmen negara maju untuk membantu negara berkembang, targetnya 100 milyar dollar. Dua tahun ini negara-negara ingin menurunkan suhu jangan sampai meningkat dua derajat.
"Nanti akan ada COP 21 lagi, entah kapan. Kapuas Hulu telah memberikan pembelajaran yang baik,” terangnya. Melaui ForClime, bagaiamana bantuan Pemerintah Jerman memberdayakan masyarakat Bumi Uncak Kapuas. Sebenarnya ini merupakan salah satu insentif itu, hanya tidak dalam bentuk cash langsung. Melibatkan NGO dan media untuk mengawal. Serta melibatkan SKPD untuk melaksanakan program.
"Apakah ini bentuk intervensi negara maju pada negara berkembang agar menjaga hutan,” katanya. Sementara di negara maju, kata pria yang akrab disapa Deden ini, hutan sudah habis, untuk itu tidak perlu pesimis kondisi yang ada.
Menurut dia, dari pada tidak dapat apa-apa. Karena protokol isentif tidak terjadi di Paris. Sekarang kondisi negara maju tak memberikan insentif cash langsung. Mereka memberikan uang kecil-kecil dengan libatkan NGO-NGO untuk laksanakan program lapangan.
Kabupaten Kapuas Hulu dilewati transportasi sungai Kapuas sejauh 846 km, lewat jalan darat sejauh 814 km dan lewat udara ditempuh dengan pesawat berbadan kecil dari Pontianak melalui Bandar Udara Pangsuma. Memiliki luas wilayah 29.842 km² dan berpenduduk 222.160 Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010.
Batas-batas wilayah Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut utara berbatasan dengan Sarawak (Malaysia Timur) selatan berbatasan dengan Kabupaten Sintang barat berbatasan dengan Kabupaten Sintang timur berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah.
Hasil hutan di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan Putussibau dan Semitau jadi andalan utama roda perekonomian Kapuas Hulu. Hasilnya berupa kayu bulat yang terbagi dalam tiga kelompok, meranti, rimba campuran dan kayu indah.
Di sektor perikanan, Kapuas Hulu tergolong habitat puluhan jenis ikan hias, seperti arwana (arowana) dan ulanguli. Habitat ikan ini hanya ada di dalam Danau Sentarum. Di kawasan lain seperti kawasan hulu sungai Kapuas, Embaloh, Mendalam dan Sibau dengan hasil seperti ikan jelawat, semah, toman, tengadak, belida, lais, entokan dan baung. (*)

 

Berita Terkait