Kapolda Serius Tangani Pembakar Lahan, 145 Diperiksa, 4 Tersangka

Kapolda Serius Tangani Pembakar Lahan, 145 Diperiksa, 4 Tersangka

  Rabu, 24 Agustus 2016 20:01

Berita Terkait

MENINDAKLANJUTI Instruksi Presiden dan Perintah Kapolri, terkait masalah Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs. Musyafak MM memerintahkan seluruh Jajaran untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelaku secara tegas dan keras agar ada efek jeranya.
Berdasarkan data yang ada diperoleh angka bahwa jumlah kasus yg ditangani oleh Polres Jajaran Polda Kalbar sebanyak 145 kasus di 150 lokasi yang tersebar se Kalimantan Barat. Rinciannya 142 dalam penyelidikan, 3 kasus penyidikan yaitu di Polresta dua kasus dan Sanggau satu kasus. Kemudian  tahap satu  di Polres Ketapang satu kasus  dan  dihentikan penyidikannya satu kasus di Polres Polres Sanggau karena tidak cukup bukti.
Sementara itu jumlah lahan yang terbakar ada 371,95 hektar dan yang berhasil dipadamkan bersama sama TNI, POLRI, Manggala Agni, BPBD dan Pemadam Kebakaran swasta ada 274,85 hektar.
Terhadap pelaku pembakar hutan dan lahan tetap diproses baik perorangan maupun korporasi. Hanya untuk korporasi sampai saat ini pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran, namun jika ada Polri tetap bertindak profesional.
Menurut Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Drs. SUHADI SW.M.Si  dalam penegakan hukum polisi sudah memiliki koridor yang kuat,  yaitu Yuridis Prosedural, Teknis Profesional, Etis Porposional, Non Intervensi, Transparan dan akuntabel. "Jadi tidak ada yang ditutup tutupi. Semuanya dilakukan secara transparan, dapat dipertanggung jawabkan dan Independen tanpa ada campur tangan dari manapun," jelas Suhadi seperti diarahkan Kapolda Kalbar didepan pejabat utama Polda pada acara coffe morning Rabu (24/8) pagi.

Kapolda sangat serius terhadap pembakaran hutan dan lahan ini, karena dampak yg ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan ini dirasakan seluruh masyarakat. "Seperti yang kita rasakan sekarang ini, pernapasan terganggu, udara tidak sehat dan masalah masalah sosial lainnya," jelasnya.
Oleh karenanya Kapolda meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak lagi membakar hutan dan lahan dalam mengolah lahannya, Polisi sebenarnya tidak menginginkan adanya warga masyarakat yang menjadi tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan, namun karena sudah sangat mengganggu kehidupan masyarakat maka sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh negara, maka polisi dengan sangat terpaksa melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap masyarakat yang melakukan pelanggaran hukum.
Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD Kabupaten dan Kota serta Pemadam kebakaran swasta sudah bersusah payah memadamkan api, namun pihak yang melakukan pembakaran tidak berbuat apa-apa. "Jadi tidak ada rasa keadilan jika polisi tidak bertindak tegas terhadap pelaku Karhutla," tegas kapolda.
Kita merasa prihatin dan kasihan melihat warga masyarakat yg berjaga jaga disekitar rumahnya, mereka kawatir kalau api merembet dirumahnya, seperti yang terjadi  disekitar perumahan Parit Haji Husin dua. , Warga sudah mulai berjaga jaga siang dan malam bersama petugas, karena api sudah mendekati rumahnya.(r/ PNS)

 

Berita Terkait