Kapolda Ingatkan Pengusaha Perkebunan Bentuk Desa Siaga Api

Kapolda Ingatkan Pengusaha Perkebunan Bentuk Desa Siaga Api

  Selasa, 16 Agustus 2016 09:55

Berita Terkait

PONTIANAK--Kapolda Kalbar Brigjen Pol Drs. Musyafak, SH MM, mengingatkan pengusaha perkebunan yang tergabung dalam organisasi Gabungan Asosiasi Perkebunan Kelapa Sawit Indohesia (GAPKI) untuk peduli terhadap lingkungan sekitar melalui pembentukan Desa Siaga Api.
Hal ini diungkapkan ketika membuka acara Rapat Kordinasi Lintas Sektoral pada Senin (15/8) lalu di Graha Khatulustiwa, Mapolda Kalbar. Acara yang dihadiri Gubernur Kalbar Drs Cornelis  SH, Irdam XII Tanjungpura, Asintel Kejati Kalbar dan wakil Bupati Kubu Raya.
Pada kesempatam tersebut, Kapolda mengingatkan kepada pengusaha perkebunan untuk bersatu padu menciptakan situasi yang kondusif dengan tidak membakar hutan dan lahan ketika mekakukan land clearing,  karena dampak yang ditimbulkan cukup luar biasa.
Gubernur Kalbar Drs Cornelis SH, MH menyampaikan bahwa untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat,  perlu adanya pemberdayaan warga sekitar kebun agar mereka ikut merasakan keberadaan kebun sawit disekitar. “Jangan sampai warga hanya jadi penonton di negeri sendiri,” kata Cornelis.
Pada kesempatan terpisah Pangdam XII Tanjungpura yang diwakili Irdam menyampaikan bahwa jajaran TNI menempatkan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan diatas segalanya, dan mengesampingkan tugas pokoknya.
Tokoh Masyarakat Tionghoa yang juga aktivis pemadam kebakaran masyarakat Ateng Tanjaya begitu mengapresiasi kebijakan pemerintah dan upaya yang dilakukan aparat dalam mengatasi kebakaran lahan dan hutan yang sering kali terjadi saat musim kemarau. Apresiasi itu ditunjukkan dalam puisi yang dibacakannya sendiri pada Rapat Koordinasi Terpadu Lintas Sektoral Penanggulangan Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan di Kalimantan Barat di Graha Khatulistiwa Polda Kalbar, Senin (15/8). Puisi itu mendapat aplaus dari peserta yang hadir. Berikut puisi yang ditulis sendiri Ateng Tanjaya. 

Ayam berkokok tanda hari sudah pagi
Burung berkicau menyambut mentari
Kamtibmas Kalbar aman terkendali
Terima kasih dan apresiasi untuk Polisi &TNI

Aku melihat ibu pertiwi
Sedang bersusah hati
Pembakar lahan dan hutan harus ditangkap dan diadili
Masyarakat harus menjadi polisi dan pemadam untuk diri sendiri

Kalau ingin jiwa dan raga selamat
Harus selalu berdoa kepada Tuhan
Kalau besok akan kiamat
Hukum dan keadilan tetap harus ditegakan

Maksud hati menggapai awan
Apa daya tangan tak sampai
Maksud hati memadamkan kebakaran lahan dan hutan
Apa daya sarana dan prasarana tak memadai

Sedia payung sebelum hujan
Lebih baik mencegah daripada penggulangan
Kalau sudah terjadi musibah kebakaran lahan dan hutan
Berdoalah kepada Tuhan, turunkan hujan

Badai pasti akan  berlalu
Kabut dan asap akan segera menghilang
Marilah kita membangun budaya malu.

 

Berita Terkait