Kapal Pesiar MV Artania Merapat di Dermaga Sabang

Kapal Pesiar MV Artania Merapat di Dermaga Sabang

  Jumat, 8 April 2016 14:33
FOTO; www.cnnindonesia.com

Berita Terkait

BANDA ACEH--Sabang, kota di ujung barat Indonesia, kembali dikunjungi kapal pesiar mancanegara. Kali ini MV Artania yang merapat di dermaganya, dan menurunkan 700 wisatawan mancanegara.

Artania bukan kapal sembarangan. Semula, kapal ini -- dibuat di galangan kalap Finlandia -- bernama Royal Princess. Nama itu itu diberikan Putri Diana saat kali pertama diluncurkan tahun 1984.

Kapal sempat berganti nama menjadi Artemis, nama salah satu dewa dalam kepercayaan Mesir kuno, dan tahun 2011 berganti nama lagi menjadi Artania sebagai akibat pergantian pemilik. Kini, Artania dimiliki Artania Shipping, dengan Phoenix-Reisen sebagai operator.

Di Sabang, turis tidak hanya turun dari kapal dan menikmati suasana kota. Mereka melakukan overland, atau menjelajah wilayah yang lebih jauh ke jantung Pulau Weh.

Sebanyak 500 awak kapal juga turut dalam overland, yang membuat Sabang tiba-tiba kebanjiran wisatawan mancanegara.

Reza Pahlevi, kepala Dinas Pariwisata Aceh, mengatakan MV Artania tiba Kamis (7/4) sekitar pukul 10:00 WIB. Warga di sekitar Dermaga Sabang tidak aneh dengan kunjungan MV Artania, karena ini kali kedua kapal itu datang dan menurunkan wisatawan.

Seperti biasa, ada acara peumulia jamee -- atau memuliakan tamu. Penumpang disambut tarian Guel, yang berasal dari dataran tinggi Gayo, Aceh. Elman Muehlebach, kapten Artania, mendapat pengalungan bunga.

"Penumpang dari berbagai negara sangat menikmati penyambutan kami," kata Pahlevi. "Ada yang ikut menari, dan berfoto bersama dengan penari."

Menurut Pahlevi, semua ini berkat terobosan berani Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Kapal pesiar kini tidak lagi sulit menyambangi pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, dan menurunkan penumpangnya.

Selama di Sabang, sebagian turis menikmati suasana dengan berkendara atau berjalan kaki. Tidak sedikit yang berbaur dengan warga sekitar, dan menikmati kopi di warung-warung.

Pengemudi becak motor menikmati rejeki mendadak, penjual kerajinan sibuk melayani wisatawan yang membelanjakan uangnya. Kopi asli Aceh menjadi souvenir paling dicari.

Sepanjang 2016, Sabang telah disinggahi 16 kapal pesiar. Menpar Arief Yahya yakin akan makin banyak kapal pesiar yang berkunjung ke Aceh, dengan beberapa dari mereka datang berali-kali.**

Berita Terkait