Kapal Pengakut Sembako Tenggelam , Delapan ABK Selamat, Satu Belum Ditemukan

Kapal Pengakut Sembako Tenggelam , Delapan ABK Selamat, Satu Belum Ditemukan

  Selasa, 15 December 2015 07:20
TERUS CARI KORBAN: Tim penyelamat gabungan dari Basarnas, Polda dan TNI melakukan penyisiran di lokasi tenggelamnya speed boat. Hingga berita ini diturunkan, 10 korban belum ditemukan, lima diantaranya anak-anak. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG - Kapal motor Samudera Jaya I tenggelam di perairan Ketapang, Senin (14/12) pagi sekitar pukul 09.00. Delapan anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan. Sementara satu ABK lainnya masih belum diketahui nasibnya.

Kapal yang memuat sekitar 200 ton sembako dari Pontianak ini tenggelam setelah lambung kapal pecah dihantam ombak yang mencapai sekitar tiga meter. Badan kapal hancur dan muatan tumpah ke laut. Sementara sembilan ABK sempat mengenakan baju pelampung. Namun hanya lima orang yang masih bertahan dan berpegangan pada kapal yang hancur. Sementara empat ABK sudah terbawa derasnya ombak laut.

Lima ABK berhasil diselamatkan oleh Tim SAR satu jam setelah kapal tenggelam. Sementara tiga ABK lainnya berhasil diselamatkan oleh nelayan yang ikut dalam pencarian tersebut sekitar pukul 12.30. Sementara satu ABK lainnya masih belum diketahui nasibnya, mengingat cuaca di laut Ketapang sedang tidak mendukung untuk dilakukan pencarian.

Salah satu ABK yang selamat, Edi Sulianto (32) mengatakan, kapalnya datang dari Pontianak menuju Ketapang membawa sekitar 200 ton sembako. Ketika hendak memasuki muara Sungai Pawan, ombak semakin tinggi yang mencapai sekitar 3 meter. Kapal tidak bisa mengelakkan ombak yang datang dari samping.

Kapal terus dihantam ombak. Sedikit demi sedikit air memasuki kapal hingga akhirnya mesin kapal mati dan tidak bisa hidup lagi. Hingga akhirny kapal pecah dan tenggelam. "Kejadiannya sekitar 09.00," katanya sesaat setalah diselamatkan Tim SAR Ketapang, kemarin (14/12).

Secara tiba-tiba saja ombak menghantam kapal, pertama di hantam kapal langsung miring, air sudah mulai masuk ke bagian bawah kapal, kita yang di dalam kapal bergegas menggunakan baju pelampung," akunya saat ditemui di kantor Basarnas Ketapang, Senin (14/12) siang.

Sebelum kapal tenggelam, ia bersama delapan rekannya langsung mengenakan baju pelampung. Benar saja, tidak lama kemudian kapal benar-benar tenggelam dan hancur. Seluruh ABK mencoba menyelamatkan diri. Ada yang masih berpegangan pada serpihan kapal dan sebagian lainnya mengapung dengan baju pelampungnya.

"Saya dan tiga kawan saya menggunakan serpihan kapal untuk mengapung. 3 kawan saya berada di sebuah pelampung. Satu lainnya menggunakan kayu besar dan satu orang lainnya yang merupakan juru mudi masih berada di haluan kapal," jelasnya.

"Kami sempat akan ditolong tug boat yang lewat. Tapi pada saat akan mendekat ombaknya makin besar. Tug boat tak dapat menolong, bahkan kami terpisah karena ombak terus menerjang sebelum akhirnya sekitar satu jam tim dari Basarnas berhasil mengevakuasi kami berlima," lanjutnya.

Sekitar pukul 12.30 WIB, tiga ABK juga berhasil diselamatkan oleh nelayan. Ketiganya pun langsung dibawa ke darat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. "Kami bersyukur masih bisa selamat. Tapi satu kawan kami masih belum tau bagaimana kondisinya sekarang," pungkasnya.

Sementara kapten kapal, Bimbo (29), mengaku tidak menyangka jika kapalnya tenggelam. "Gelombangnya besar, tiba-tiba dari samping menerjang. Air masuk bagian bawah kapal dan mesin kapal mati. Setelah itu gelombangnya berulang kali nerjang akhirnya kapal pecah," katanya.

Kapal yang bermuatan sekitar 200 ton sembako yang terdiri dari tepung, mie instant, minyak goreng, susu dan beberapa barang lainnya, berlayar dari Pontianak menujuk Ketapang pada Sabtu (12/12). "Belum pernah kejadian seperti ini. Biasanya sebulan 3 kali kita masuk ketapang," tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (PH) Kantor Pos SAR Ketapang, Ketapang, Wisnu W, mengaku mendapat laporan ada kapal yang tenggelam sekitar pukul 09.00. Pihaknya langsung menerjunkan anggota menggunakan kapal penyelamat. "Sekitar pukul 10.00 WIB, kita berhasil menyelamatkan lima orang. Mereka masih berpegangan pada kapal yang pecah, tapi posisinya sudah terpisah karena dibawa ombak," kata Wisnu.

Selain itu, tiga ABK lainnya berhasil diselamatkan oleh nelayan. Sementara untuk satu ABK lainnya masih belum ditemukan. Pihaknya mengaku terkendala cuaca yang sangat tidak mendukung untuk melakukan pencarian. Terlebih satu dari dua mesin kapal penyelamat juga dalam kondisi rusak."Kami juga menunggu cuaca membaik baru turun kembali mencari, lantaran saat ini kondisi cuaca memburuk ditambah salah satu mesin kapal pihaknya mati. Sehingga diputuskan untuk menghentikan pencarian," pungkasnya. (afi)

 

Berita Terkait