Kaos Palu Arit Disita

Kaos Palu Arit Disita

  Jumat, 20 Oktober 2017 10:00
SITA: Kapolsek Tebelian IPTU Siko Sesaria Putra Suma bersama didampingi perangkat desa, menyita kaos bergambar alu parit dari seorang warga.Istimewa

Berita Terkait

Pemilik Dikembalikan ke Keluarga

SINTANG — Polsek Tebelian Sintang menyita sehelai kaos bergambar palu arit dengan warna dominan merah dari seorang warga, PN (30). Barang bukti sudah diamankan ke Polsek. Sementara pemilik kaos telah dikembalikan ke keluarga usai membuat surat pernyataan.

Kapolsek Tebelian Inspektur Satu (IPTU) Siko Sesaria Putra Suma membenarkan terkait pengamanan baju berlogo palu arit di wilayah hukumnya. Temuan itu bermula atas informasi yang didapat kepolisian. Jajaran Polsek Tebelian langsung mengambil langkah cepat mendatangi lokasi kediaman pemilik kaos.

Kapolsek Tebelian memimpin langsung para anggotanya untuk datang ke desa pemilik kaos bergambar alu arit bermukim. Kedatangan polisi turut didampingi aparat desa setempat. Pengecekan yang dilakukan memang mendapati sehelai kaos dengan gambar palu arit dibagian depan dimiliki PN.

Polisi langsung mengintogerasi PN. Asal usul baju ditelisik. Baju sampai ketangannya ditelusuri. PN juga tidak menampik memang yang memiliki baju bergambar palu arit itu. Hanya saja tidak mengerti dengan makna lambang dibajunya. Ia tidak paham kalau memiliki baju itu bisa menjadi persoalan

Kapolsek mengatakan, berdasar keterangan PN, baju didapat dari ibunya yang bekerja di Malaysia. Di negeri Jiran, ibu PN, bekerja sebagai tukang laundry. Sementara baju dengan logo palu arit dimiliki PN sudah  dua tahun.

Menurut Kapolsek terhadap PN tidak dilakukan penahanan. Kecuali dibuatkan surat pernyataan. Pasalnya PN tidak mengerti kalau kepemilikan atas baju dengan logo palu arit tidak diperbolehkan. “Bajunya sudah kami sita,” kata Kapolsek.

Ketua LSM Bendera Sintang Umar Dhani dengan penyitaan kaos berlogo alu parit di Sintang mengisyaratkan pentingnya penyadaran kembali ke tengah masyarakat tentang ancaman laten komunis. Pemahaman terutama ditujukan kepada generasi muda agar mengerti tentang sejarah pengkhianatan G 30 S/ PKI. “Apa itu komunis dan Siapa itu PKI,” katanya.

Menurutnya, aparat pemerintah perlu memberikan pemahaman kembali kepada kalangan masyarakat tentang kenapa komunis sampai dilarang di Indosia. Karena itu, lanjutnya, arahan panglima TNI untuk menonton kembali film G 30 S/PKI perlu didukung. Bukan justru diperdebatkan. “Pencerahan sejarah penting,” katanya.

Ia menambahan peran Kodim, Koramil, Babinsa, dan jajaran kepolisian menjadi sangat penting dalam menangkal bahaya laten komunis. Supaya masyarakat dan terutama generasi muda menjadi lebih paham tentang sejarah. (stm) 

Berita Terkait