Kanu Ingin Premier League

Kanu Ingin Premier League

  Rabu, 27 July 2016 09:40

Berita Terkait

Menelisik Para Pemain Berstatus Free Agent

Para pemain ini mungkin bolah dibilang belum tenggelam dalam buaian usia karena masih bisa menampilkan performa terbaik. Namun, mereka masih berada dalam jajaran pemain pengangguran di bursa transfer alias free agent. Mengapa demikian?

Hal Robson-Kanu. Nama yang langsung menuai perhatian ketika perhelatan Euro Prancis berlangsung. Tidak hanya keberhasilannya dalam mengantarkan timnas Wales hingga babak empat besar.Dia juga mencetak dua gol, termasuk yang paling dikenang adalah Cruyff Turn saat Wales menghancurkan Belgia 3-1 di perempat final (2/7).

”Gerakan itu murni hanyalah insting,” kata Robson-Kanu kepada Daily Mirror 3 Juli lalu. ”Namun, aku sangat bangga karena gerakanku diperbincangkan banyak orang mirip dengan Johan Cruyff. Aku begitu mengidolakannya ,” lanjutnya.

Penampilannya yang apik bersama The Dragon, sebutan Wales, pun tidak heran langsung membuat sejumlah klub tertarik. Tercatat ada empat klub yang meminati pemain 27 tahun itu dengan dua diantaranya berasal dari Tiongkok. Kans untuk menggaet sangat besar karena Robson-Kanu berstatus free agent sejak 1 Juli..

Saking kesengsem dengan Robson-Kanu, dua klub Tiongkok itu, Jiangsu Suning dan Beijing Guoan, siap memberikan gaji hingga GBP 100 ribu (Rp 1,72 miliar) per pekan.     Hampir lima kali lipat lebih besar dari pendapatannya selama di Reading yang hanya berkisar GBP 22 ribu (Rp 379 juta). Namun, mendapat gaji yang menggiurkan itu nyatanya tidak membuat Robson-Kanu berpaling dari cita-citanya selama ini. Apa itu?

”Aku ingin kembali ke Premier League,” jelasnya. Pemain yang pernah menjalani masa peminjaman di Southend United dan Swindon Town tersebut sempat mencicipi kerasnya atmosfer Premier League pada musim 2007-2008.    Namun, Robson-Kanu saat itu gagal memperlihatkan penampilan terbaiknya dengan mencatat nihil penampilan dan gol, dan berakibat kepada terdegradasinya The Royals, sebutan Reading) ke divisi Championship setelah finis di posisi 18.

”Aku pikir aku masih bisa membuktikan diriku di level tertinggi,” kata Robson-Kanu sebagaimana dilansir Daily Mirror. ”Reading sebenarnya masih memintaku bertahan. Namun, aku sudah memutuskannya. Aku percaya kepada keputusanku,” lanjut pemain 27 tahun tersebut.

Kebetulan, dua klub yang masuk kedalam persaingan perburuan adalah Swansea City dan tim promosi Hull City.Hull pun berada di barisan terdepan setelah sang manajer, Steve Bruce terang-terangan meminatinya.Manajer 55 tahun itu mengatakan bahwa dia sudah mengirimkan proposal penawaran kepada Robson-Kanu sekaligus menjelaskan mengapa Bruce begitu berhasrat Robson-Kanu ada di dalam timnya.

”Dia besar, kuat, cepat, dan yang terpenting, dia bisa bermain lebih melebar karena permah menjadi winger,” puji Bruce sebagaimana dilansir The Guardian. ”Aku tentu menyadari akan adanya kompetisi. Karena itu, mari kita lihat apa yang akan terjadi,” imbuhnya.

Robson-Kanu jelas senang bukan kepalang karena tidak hanya impiannya kembali ke Premier League menjadi kenyataan, dia juga mendapat pengakuan dari Bruce.”Bruce adalah manajer yang fantastis. Sangat menyenangkan mengetahui dia menginginkanku,” ujar Robson-Kanu diberitakan oleh Sky Sports.

Namun, optimisme itu pun urung terkembang setelah Bruce mengundurkan diri sebagai tactician klub berjuluk The Tigers tersebut Jumat (22/7).”Kini, setelah kabar itu (Bruce mundur), Robson-Kanu diharapkan mencari opsi lain sebelum memutuskan kemana masa depannya,” ujar Sky Sports dalam laporannya.

Robson-Kanu menjadi salah satu pemain dengan kemampuan bagus yang masih harus mencari pelabuhan baru pada bursa transfer musim panas ini. Pemain lainnya adalah Martin Caceres.Pemain berjuluk El Pelado itu sejatinya termasuk dalam pemain yang cukup penting bagi Juventus. Dalam situs WhoScored, bek timnas Uruguay itu hanya satu kali turun sebagai pengganti dalam sembilan pertandngan.(apu)

Berita Terkait