Kantor Ekspedisi Dibobol

Kantor Ekspedisi Dibobol

  Sabtu, 22 Oktober 2016 09:05

Berita Terkait

PONTIANAK - Aksi kejahatan semakin menggila. Para pelakunya terus melancarkan aksinya. Terbaru, kantor ekspedisi di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Pontianak Selatan yang dibobol maling, Kamis (20/10).

Satu buah ban seharga Rp1.250.000 dibawa maling. Kasus pencurian di kantor ekspedisi itu bukan yang pertama, sebelumnya kantor itu juga dibobol, sejumlah barang di dalam kantor, seperti monitor dan 75 pack pakaian hilang dengan total kerugian mencapai Rp8,5 juta.

Tak sanggup kerap dibobol maling, pemilik ekspedisi, Hendry akhirnya melaporkan kasus pencurian itu ke polisi. Berbekal laporan, polisi bergerak cepat melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap pelalu pencurian itu.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Ridho Hidayat mengatakan berdasarkan petunjuk yang didapat, tim langsung melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku, yakni Jn alias Aci.

Ridho menuturkan, pelaku ditangkap di rumah tokonya di Jalan Tanjungpura. "Penggeledahan yang dilakukan di rukonya, berhasil menemukan barang bukti hasil kejahatan, yakni uang sebesar Rp135 ribu, dua helai baju," kata Ridho, Jumat (21/10).

Berdasarkan barang bukti itu, lanjut dia, pelaku lalu digiring ke Mapolsek Pontianak Selatan untuk diperiksa lebih lanjut. Dari pemeriksaan didapatlah barang bukti kejahatan lainnya, yakni satu perangkat AC dan remot, satu buah tv tabung dan remot, dan tiga buah remot AC," ungkapnya.

Ridho menuturkan pemuda 25 tahun itu telah mengakui perbuatannya telah mencuri sejumlah barang di kantor Ekspedisi itu. "Pelaku masuk melalui lubang jendela. Diduga sudah sering mencuri namun belum mau mengakui kejahatan lainnya," terangnya.

Ridho mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan mendalam kepada pelaku. Pasalnya yang bersangkutan diketahui memiliki sejumlah catatan kejahatan. "Dia ini (pelaku) pemain lama. Tapi baru kali ini berhasil ditangkap," katanya.

Ridho menegaskan sesuai dengan perbuatannya, pelaku akan dikenakan pasal 363 dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun. "Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Jadilah polisi bagi dirinya sendiri," imbau mantan Kasat Lantas Polres Melawi itu. (adg)

 

Berita Terkait