Kanker Serviks dan Payudara, Paling Banyak Menyerang Wanita

Kanker Serviks dan Payudara, Paling Banyak Menyerang Wanita

  Minggu, 20 December 2015 14:07

Berita Terkait

Kanker payudara dan kanker serviks saat ini menjadi ancaman bagi banyak wanita. Dari hari ke hari, jumlah penderita terus mengalami peningkatan. Diperlukan pemahaman dan informasi yang tepat, agar penyakit tersebut dapat dicegah secara dini.

Oleh : Marsita Riandini

Setiap manusia, terutama perempuan tentu menginginkan hal terbaik dalam hidupnya. Termasuk kesehatan pada organ tubuhnya. Namun, berbagai faktor menyebabkan harapan itu kandas. Mereka harus hidup dengan penyakit kanker payudara dan kanker serviks yang diidapnya.

Berbagai seminar terkait pencegahan dini terhadap kanker pun kerap diadakan. Berharap semakin banyak perempuan tahu informasi ini, semakin banyak pula penderita yang dapat ditangani dengan cepat sebelum kondisi terlalu parah. Bagi yang belum, akan mewaspadai hal ini.  Setiap wanita tentu tak berharap itu terjadi pada diri mereka. Meskipun mereka mulai menyadari kedua penyakit tersebut menjadi ancaman yang mengerikan. “Kedua penyakit itu menjadi ancaman yang mengerikan. Harus dicegah sedini mungkin. Sebab kita tidak tahu dan ancaman itu kapan saja bisa datang,” ujar Mustikania (30 th), seorang PNS.

Dia mengaku terbantukan dengan adanya seminar kesehatan terkait penyakit tersebut. “Saya sering ikut seminar seperti ini. Jadi kita tahu apa yang harus dilakukan, bagaimana mencegahnya, dan solusinya seperti apa. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari sedikit tahu jadi banyak tahu,” tutur dia.

Farida Ahmad juga mengungkapkan hal serupa. Menurut dia,  setiap perempuan tentu ingin fisik yang sempurna. Dengan kecanggihan teknologi, harus dimanfaatkan untuk mengetahui informasi seputar kanker payudara dan serviks ini. “Seringkali kita khan takut untuk memeriksakan kesehatan secara dini. Dengan berbagai informasi, kita bisa tahu seputar menjaga kesehatan. Nanti kalau sudah terlambat, baru muncul penyesalan,” ungkapnya.

Berbeda halnya dengan Mustakania dan Farida, Sulastri (65 th)  telah menjalani proses pengobatan kanker payudara yang dideritanya. “Saya sudah menjalani operasi. Awalnya saya selalu memeriksakan kondisi payudara saya. Tidak ada benjolan atau tanda yang mengkhawatirkan. Jadi saya anggap sehat saja,” terang dia dihadapan peserta seminar kesehatan Deteksi Dini Kanker Payudara Demi Menyelamatkan Wanita Indonesia yang berlangsung di Hotel Harris Pontianak, Sabtu (19/12).  Setelah menjalani pemeriksaan, ternyata kanker payudara yang dideritanya sudah stadium tiga. Hal ini membuatnya terkejut. Saat ini ia sudah melewati proses kemoterapi dan radiasi. Sekarang sedang proses pemulihan.

Sementara itu, Dinda Nawangwulan sudah melewati proses pengangkatan payudara sebelah kanannya. Di kesempatan yang sama, dia berbagi cerita bagaimana awalnya dia mengetahui bahwa ternyata dia terkena kanker payudara. “Saat terkena kanker saya usianya 30 tahun. Belum menikah saat itu. Mulanya saya merasa ada benjolan keras di payudara. Khawatir itu kanker, saya pun segera memeriksanya,” jelas Dinda, salah seorang pembicara di acara tersebut, yang juga Ketua Pink Shimmerinc, sebuah wadah untuk menyemangati penderita kanker payudara.

Ternyata Dinda sudah menderita stadium 1. Tapi dia bersyukur segera mengetahuinya.  “Mengetahui lebih awal penyakit ini, membuat banyak perubahan dalam hidup saya. Meskipun sempat stress, tetapi saya bisa menjalani itu semua,” terangnya yang mengidap penyakit ini sejak tahun 2006.

Dinda saat ini juga aktif berbagi pengalamannya bagaimana ia bisa survive mengatasi penyakit yang di deritanya. Itupula tujuannya datang ke Pontianak ini. Ia berharap perempuan tetap selalu peduli terhadap kesehatan, agar terhindar dari penyakit kanker ini.  **

Berita Terkait