Kanker Payudara, Lakukan Pemeriksaan Fisik Sendiri

Kanker Payudara, Lakukan Pemeriksaan Fisik Sendiri

  Minggu, 20 December 2015 14:05

Berita Terkait

MENGETAHUI ada gejala berbeda pada payudara atau ketiak Anda, segera periksakan hal itu ke dokter. Hal ini dikhawatirkan, adanya indikasi bahwa Anda menderita kanker payudara. Saat ini, penyakit tersebut memang menjadi ancaman besar bagi perempuan. Semakin cepat diketahui, maka pengobatannya akan lebih maksimal. “Terjadi peningkatan yang signifikan. Dari 100 ribu wanita yang ada, 26 orang ada yang kena kanker payudara,” papar dr. Alfiah Amiruddin M.D, MS, UMMC. NUH saat menyampaikan materi dalam seminar Deteksi Dini Kanker Payudara Demi Menyelamatkan Banyak Wanita Indonesia, yang diadakan oleh Yayasan Bakti Suci, Sabtu (19/12).

Sayangnya, lanjut dia banyak pasien yang baru datang berobat ketika kondisinya sudah stadium 3 dan 4. “Bahkan ada yang  datang sudah bonyok, sudah parah sekali. Ini karena sebelumnya dia berobat ke tempat lain. Datang ke dokter ingin segera ditangani. Sementara penanganannya khan tidak semudah itu, harus melewati pemeriksaan lainnya, seperti HB dan sebagainya,” jelas konsultan ahli bedah payudara dari RS Mitra Kemayoran ini.

Jika Anda merasakan sebuah gejala, ataupun belum ada gejala, cobalah lakukan pemeriksaan fisik. “Pemeriksaan fisik ini bisa dilakukan oleh dokter, bisa pula oleh pasien dengan cara meraba payudaranya. Ada benjolan atau tidak. Tahap selanjutnya bisa dengan rontgen payudara yakni dengan mamografi, USG, atau MRI. Usia yang dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ini pada usia 40 ke atas,” ulasnya.

Alat-alat tersebut, kata dia mampu mendeteksi stadium nol yang kankernya belum kelihatan. “Pada mamografi dia akan memperlihatkan butiran pasir-pasir putih, pengapurannya menjadi jelas. Meskipun tumornya belum terasa ketika diraba. Sementara kalau USG dia bisa terdeteksi kalau benjolannya sudah besar. Pengapurannya tidak bisa terlihat jelas seperti mamografi,” sarannya yang ketika sudah terdeteksi, sebaiknya jangan menunda pengobatan. Apalagi sekarang ini, lanjut dia ada bantuan BPJS yang dapat meringankan biaya. (mrd)

Berita Terkait