Kang Emil: Kota Kreatif Itu Memadukan Talenta, Teknologi, dan Toleransi

Kang Emil: Kota Kreatif Itu Memadukan Talenta, Teknologi, dan Toleransi

  Selasa, 5 April 2016 15:28

Berita Terkait

WALIKOTA Bandung Ridwan Kamil mengatakan kota kreatif adalah tempat pertemuan 3T; talenta, teknologi, dan toleransi.
"Kita harus bisa menyatukan tiga hal ini," ujar Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, saat berbicara di Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) 2016 di Malang.
Kang Emil hanya satu dari sejumlah pembicara dalam konferensi itu. Lainnya adalah kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Anggota Komisi X DPR RI Moreno Soeprapto, Walikota Malang Moch Anton, Walikota Makassar Mochamad Ramdan Pomanto, dan ketua DPRD Malang Arif Wicaksono.
Menurut Kang Emil, salah satu cara mempertemuan ketiganya adalah dengan memperbanyak ruang interaksi sosial. Dari ruang interaksi akan muncul ide-ide baru generasi muda.
"Anak muda harus dibuat sibuk, agar tidak terjerumus ke hal negatif," ujar Kang Emil.
Ia juga mengatalan Kota Malang harus memilih salah satu produk kreatif unggulan. Ia tidak ingin Kota Malang menjadi dokter umum, tapi dokter spesialis.
"Tidak ada satu kota pun di dunia yang sukses dengan 16 sentra, karena tidak fokus," demikian Kang Emil.
Dia juga mengatakan ekonomi kreatif punya dampak besar. Ia memberi contoh yang terjadi pada Facebook. Gagasannya sederhana, tapi sekarang mendunia dan jika dijual berharga empat ribu triliun rupiah.
Wali Kota Malang Mochamad Anton mengapresiasi pendapat Kang Emil, dan berjanji menambah ruang kreatif di wilayah kekuasaannya.
"Segera akan kami tambah dengan memaksimalkan gedung kelurahan," katanya.**

Berita Terkait