Kalender Mandarin Berlogo Palu Arit

Kalender Mandarin Berlogo Palu Arit

  Jumat, 1 July 2016 09:57
PALU ARIT: Petugas menunjukkan kalender berbahasa Mandarin dengan logo palu arit membuat heboh kota Singkawang. Disinyalir kalender masuk dari Tiongkok, karena gambar tersebut hanya ada di lembar 1 Juli 2016. HARI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SINGKAWANG - Warga Kota Singkawang dihebohkan dengan beredarnya puluhan kalender berisikan logo Partai Komunis Indonesia (PKI), yakni palu dan arit.

Tepatnya logo itu tercantum di lembaran halaman kalender 1 Juli 2016.

Dimana 1 Juli merupakan tanggal berdirinya Partai Komunis di Tiongkok.

Menurut Kapolres Singkawang AKBP Sandi Alfadien Mustofa didampingi Kabag Ops dan Kasat Intel Polres Singkawang di ruang kerjanya Kamis (30/6).

Dari hasil razia yang digelar di ruko di pusat kota Singkawang seperti di jalan Diponegoro, Jalan Budi Utomo, Jalan Setia Budi, Jalan sejahtera. Kepolisian menyita satu per satu kalender dari ruko warga.

"Kalender yang kita amankan itu kalender umum. Seperti hangar pakaian bisa digantung di mana saja," katanya.

Dimana dia menyatakan bahwa kebanyakan kalender ini ada yang merupakan sitaan dari razia yang digelar, namun ada inisiatif warga yang menyerahkan ke Mapolres.

Terkait apakah beredarnya kalender tersebut asa kaitan dengan 1 Juli, ia mengatakan korelasasinya tidak ada. Namun ia menduga bahwa kalender ini biasa dan bisa ditempel tempel di dinding atau ruang mana pun di rumah . Untuk saat ini ada 3 orang yang kita pintar keterangan terkait beredarnya kalender berlogo PKI.

"Tiga orang kita pintai keterangan," katanya.

Sementara itu, sebahagian masyarakat yang mendapatakan kalender tersebut mengaku tidak tahu kalau di dalam kalender tersebut yang terdapat lambang aret dan palu.

"Kita tidak tahu. Kita hanya di beri kalender," ujarnya Apin salah satu penjaga warung

Apin mengaku dirinya mendapatkan kalender yang bergambar arit dan palu tersebut di salah satu tempat ibadah yang di bagikan pada hari besar.

"Kita juga di bagikan. Dan kita juga tidak tahu ada gambar tersebut," paparnya.

Sementara warga lainya Lili, salah satu warga lain dirinya mengaku kaget.

Adanya gambar tersebut.

"Kita kaget. Kok ada gambar ini. Kita dapat dari salah satu tempat ibadah juga. Yang di bagikan oleh orang," katanya. Dirinya mengaku tidak tahu adanya gambar palu dan arit di dalam kalender yang berbahasa mandarin.

NKRI Harga Mati

Anggota DPRD Tjhai Chui Mie mengatakan persoalan kalender yang tersebar tersebut harus dipandang jernih. Maklum saja, kalender tersebut dibeli di luar negeri alias diimpor dari Tiongkong.  Hal ini dikarenakan kelender ini berisikan berbagai macam penanggalan terkait adat dan budaya Tionghoa.

 “Karena orang tua kita disini banyak yang mengerti bahasa mandarin, sehingga mereka bisa baca kalender dari impor ini. Disetiap lembaran kalender ini berisikan penanggalan Feng Shuinya seperti hari bagus gunting rambut anak, masuk rumah, membuat dapur, hari melahirkan, dan banyak hal lainya,” katanya.

Kebetulan karena ini kelender impor ini ada logo yang dianggap dilarang pergerakannya di Indonesia terutama halaman tanggal 1 Juli 2016.

”Kami tidak tahu akan hal ini, dan tidak ada unsur kesengajaan,” tegasnya.

Tjhai Chui Mie mengatakan loyalitas warga negara keturunan sudah bulat dan deklarasi diri terhadap NKRI.

“NKRI itu harga mati, kita sudah punya negara, kita sudah punya Pancasila,” ujarnya sembari dengan nada semangat. Tentunya adanya kejadian ini memberikan pelajaran beharga. Bahwa Untuk kedepannya membeli berang impor harus dicek dulu, sehingga tidak memuat orang cemas.

“Baik dirinya secara pribadi dan pihak importir khususnya kota Singkawang. Saya yakin kami 1000 persen bahwa NKRI harga mati, tidak ada unsur kesengajaan. Tidak diragukanlahm,” tegasnya. (har)

Berita Terkait