Kalbar Perlu Tambah Banyak Kantor Bank

Kalbar Perlu Tambah Banyak Kantor Bank

  Kamis, 16 November 2017 10:00
Moch Riezky F Purnomo

Berita Terkait

PONTIANAK - Sejumlah perbankan di tanah air melakukan efesiensi melalui pemangkasan kantor cabang. Hal ini disebabkan majunya perkembangan digital di sektor perbankan yang memungkina nasabah mengakses perbankan di mana saja. Meski demikian, kondisi ini tidak terjadi di Kalimantan Barat. Propinsi ini justru masih membutuhkan penambahan layanan perbankan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalbar, Moch Riezky F Purnomo, mengatakan bahwa layanan perbankan di Kalbar masih cukup kurang. Jika kondisi secara nasional terjadi pemangkasan kantor bank, maka berbeda dengan Kalbar yang masih membutuhkan layanan perbankan. “Kalau penutupan kantor bank di Kalbar ini paling masih 10-15 tahun ke depan, saat ini Kalbar masih sangat membutuhkan akses perbankan,” sebutnya.

Menurutnya daerah yang begitu luas menjadi salah faktor belum meratanya jangkauan perbankan ke sejumlah daerah di Kalbar, utamanya daerah terjauh dan terpencil. Belum lagi permasalahan infrastruktur yang belum memadai.

Berdasarkan data dari OJK Kalbar, per Juli 2017, terdapat 75 kantor cabang bank umum. Jumlah ini mencatatkan angka yang sama pada bulan Desember 2016. Untuk kantor cabang pembantu saat ini berjumlah 303, bertambah satu dibandingkan dengan sebelumnya 302 kantor cabang pembantu. Sedangkan untuk kantor kas, justru berkurang satu, dari 247 menjadi 256. 

Kondisi ini, kata dia, berdampak kepada minimnya masyarakat yang tersentuh perbankan. Akibatnya tingkat literasi dan inklusi keuangan di Kalbar masih cukup rendah. Kondisi ini mendesak perbankan baik bank umum maupun bank daerah untuk terus membuka pelayanan ke sejumlah daearah mulai dari kantor cabang, kantor cabang pembantu, hingga kantor kas. 

Meski demikian, Kepala OJK yang baru dilantik ini mengatakan bahwa perbankan juga mengalami sejumlah kendala untuk memperluas jaringan dengan membuka kantor baru. Beberapa diantaranya mahalnya ongkos operasional kantor, salah satunya biaya sewa. Selain itu juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di daerah yang akan diberikan layanan perbankan.

Riezky menyebut bahwa sepanjang tahun ini terdapat beberapa perubahan dalam perizinan kantor bank di Kalbar. Yaitu pembukaan 5 kantor baru, penutupan 4 kantor, perubahan status 8, serta relokasi kantor sebanyak 15 kantor. (sti)

Berita Terkait