Kalbar masih Rawan Banjir

Kalbar masih Rawan Banjir

  Rabu, 18 May 2016 09:30

Berita Terkait

 

PONTIANAK - Banjir melanda beberapa daerah di Kalimantan Barat. Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat pun menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk mendistribusikanan bantuan.

“Tim kami sudah turun, bahkan sejak seminggu lalu kami sudah mendistribusikan buffer stock (persediaan bantuan) ke masing-masing kabupaten kota,” ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalbar, Junaidi Selasa (17/5).

Junaidi menuturkan bantuan yang didistribusikan itu berupa makanan kaleng, selimut, mi instan, dan lainnya. Saat ini ada persediaan bahan makanan di Dinas Sosial Provinsi Kalbar yang mulai menipis. 

“Kami sudah mengajukan tambahan kepada Kementerian Sosial tetapi hingga saat ini belum didrop,” kata Junaidi.

Dinas Sosial Provinsi Kalbar juga sudah mendistribusikan tambahan bantuan beras ke Kabupaten Mempawah sebanyak dua ton, Sekadau dua ton, dan Landak tiga ton. Saat ini Sekadau mengajukan tambahan lagi karena banjir di Kecamatan Nanga Mahap masih tinggi.

“Pada prinsipnya, bagi kabupaten kota yang sudah didistribusikan bantuan tetapi masih kurang, bisa meminta tambahan. Mereka bisa mengajukan kepada pemerintah provinsi,” jelas Junaidi.

Menurut Junaidi, saat ini terdapat enam kabupaten di Kalbar yang dilanda banjir sejak bulan lalu yakni Sekadau, Kubu Raya, Ngabang, Sanggau, Mempawah, dan Sambas. “Berdasarkan informasi yang kami terima, curah hujan masih tinggi hingga tiga hari kedepan,” ungkap Junaidi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalbar, TTA Nyarong mengatakan saat ini banjir dengan ketinggian 60 sentimeter hingga 3 meter terjadi di Nanga Mahap, Kebupaten Sekadau. Banjir tersebut melanda lima desa yakni Nanga Mahap, Batu Pahat, Lembah Beringin, Tembesuk, dan Nanga Suri. Total 648 rumah tergenang dengan 747 kepala keluarga dan 1.944 jiwa.

“Kemarin saya baru pulang dari Mempawah. Di sana sudah dibuat tenda penampungan. Tetapi saat ini air mulai surut,” ujar Nyarong, kemarin.

Sebelumnya, lanjut Nyarong, banjir juga terjadi di Dusun Teluk Lais, Lintang Batang, Re’es di Desa Teluk Bakung dan Dusun Sungai Tapah Desa Panca Maju, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalbar pun telah mendistribusikan bantuan ke lokasi-lokasi banjir.

Nyarong meminta instansi terkait di kabupaten kota terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalbar. Diharapkan mereka bisa memberi laporan setiap hari saat terjadi bencana.

Menurut Nyarong, pihaknya juga mendorong pemerintah kabupaten kota yang daerahnya dilanda banjir untuk menetapkan status tanggap darurat. Dengan adanya status tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dapat mengucurkan dana bantuan. 

“Seperti Kapuas Hulu dan Landak sudah dibantu langsung dari Jakarta,” jelas Nyarong yang menyatakan berdasarkan data yang diterimanya, curah hujan masih tinggi hingga awal Juli mendatang. 

Nyarong mengungkapkan Kalbar termasuk dalam provinsi yang memiliki indikator potensi bencana dan indeks risiko bencana. Bencana alam banjir, puting beliung, tanah longsor, dan asap kerap terjadi sepanjang tahun. 

Umumnya banjir di Kalbar disebabkan curah hujan tinggi diatas normal. Pengaliran air yang terdiri dari sungai dan anak sungai alamiah serta saluran drainase dan kanal penampung buatan yang ada tak mampu menampung akumulasi air hujan tersebut sehingga meluap. Kawasan rawan banjir ini merupakan yang berbatasan langsung dengan laut atau sungai dengan kelerengan kurang dari dua persen atau dua hingga delapan persen.

“Hampir seluruh kabupaten di Kalbar memiliki kawasan rawan banjir,” tutur Nyarong. 

Berdasarkan olahan data kebencanaan BPBD 14 kabupaten kota, secara rinci Nyarong menjelaskan sebaran potensi rawan bencana banjir di Kalbar. Di Sambas terdapat 14 kecamatan dan 63 desa rawan banjir, Bengkayang 10 kecamatan dan 11 desa, Singkawang 4 kecamatan dan 18 kelurahan, Mempawah 7 kecamatan dan 30 desa, serta Kubu Raya 4 kecamatan dan 29 desa. 

Di Ketapang terdapat 9 kecamatan rawan banjir, Landak 7 kecamatan dan 13 desa, Sanggau, 8 kecamatan dan 21 desa, Melawi 11 kecamatan dan 43 desa, Sintang 6 kecamatan dan 9 desa, serta Kapuas Hulu ada 11 kecamatan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan bahwa sejumlah wilayah di Kalimantan Barat masih berpotensi turun hujan, tetapi masih diselingi panas dengan durasi kurang menentu. Bisa lama bisa sebentar. Hanya keseringan guyuran hujan, sejumlah wilayah Kalbar juga terancam terendam banjir. 

Sri Ningsih, Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Supadio Pontianak mengatakan hal tersebut, kemarin. “Keadaan cuaca beberapa pekan belakangan dihinggapi hujan. Terkadang intensitasnya bisa berat, sedang, dan ringan. Serbuan air hujan beberapa hari belakangan cukup rutin menimpa beberapa wilayah rendah di Kalbar. Perlu diwaspadai tingginya intensitas hujan menyebabkan genangan air dan berdampak banjir,” kata dia.

Sri menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di Kalimantan Barat harus bersiaga menghadapi perubahan cuaca. Untuk beberapa waktu ke depan, sejumlah wilayah Kalbar masih akan ditimpa hujan dengan intensitas tertentu. Hanya memang cuaca panas juga masih mendominasi terjadi.

Di sisi lain badai kilat, petir, dan serbuan angin kencang berpotensi juga mengancam beberapa dengan diselingi hujan dengan intensitas ekstrim. Makanya masyarakat tetap diminta waspada apabila berpergian keluar dengan kondisi hujan lebat. (uni/den) 

Berita Terkait