Kalbar Darurat Narkoba, Suhadi: Perlu Gerakan Moral Stop Narkoba

Kalbar Darurat Narkoba, Suhadi: Perlu Gerakan Moral Stop Narkoba

  Selasa, 21 November 2017 20:17

Berita Terkait

KALIMANTAN Barat secara geografis memiliki wilayah perbatasan darat sepanjang 857 Km, dengan Sarawak, Malaysia Timur.  Sepanjang perbatasan tersebut terdapat 52 jalan setapak, yang bisa menghubungkan 30 kampong di Malaysia. Kondisi ini, kata Drs. Suhadi Sw.M.Si, jika tidak dikelola dengan baik akan dimanfaatkan oleh para bandar Narkoba untuk memasukkan barang barang Illegal ke Indonesia, termasuk peredaran gelap  narkoba.
Kondisi seperti itu sudah berlangsung lama. Bila semua pihak tidak ada upaya untuk mencegahnya,  maka peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba akan membanjiri Kalimantan Barat. Menurut Suhadi Sw. harus ada gerakan moral secara masif untuk menolak Narkoba, mulai dari Rumah Tangga, Rumah Sekolah, Rumah Ibadah, Rumah Adat dan Rumah Pemerintah.
Para orang tua ( Rumah Tangga), terutama Kaum Ibu perlu meningkatkan pengawasan dan kepeduliannya terhadap putra putrinya. Ketika anak prestasinya menurun dalam belajar, orang tua harus berupaya mengetahui penyebabnya, jika melihat anaknya berlama lama menutup diri dalam kamar orang tua perlu peduli, ketika anak membawa temannya kerumah perlu tau juga siapa dia, anak siapa, tinggal dimana, sekolah atau kerja dimana dan sebagainya.
Demikian juga para Ustadz, Kyai, Ulama, Pastur, Pendeta dan tokoh agama lainnya, ( Rumah Ibadah) dalam menyampaikan pesan pesan moral, perlu diselipkan informasi bahaya Narkoba dikaitkan dengan dalil dalil agama, Para Guru (Rumah Sekolah)  juga ikut berperan ketika siswanya berpenampilan lusuh, prestasinya Anjlok. sering ijin ke Toilet dan sebagainya,  naluri sebagai seorang guru harus berupaya untuk ingin tahu, kenapa Siswanya demikian.
Lembaga Adat ( Rumah Adat)  juga diperankan mengingatkan umatnya untuk menjauhi Narkoba, jika perlu lembaga adat membentuk Satgas anti Narkoba. Demikian juga lembaga Pemerintah (rumah Pemerintah)  melalui para Lurah, Kepala Desa mengerahkan para Ketua RT,  Untuk membentuk Pusat Informasi dan Konseling ( PIK),  tugas mereka bagaimana membuat database disetiap rumah tangga siapa siapa pengguna atau Bandar Narkoba.
Untuk mengetahui itu semua perlu dilakukan pelatihan pelatihan tentang pengenalan jenis jenis narkoba, ciri ciri pengguna Narkoba dan langkah langkah yang dilakukan jika menemukan bandar Narkoba.
Para Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta aparat desa, melakukan kunjungan dari rumah kerumah, sambil menyampaikan pesan pesan Bahaya Narkoba.  Jika semua pihak secara sinergi melakukan gerakan moral menolak Narkoba,  maka peredaran gelap narkoba bisa ditekan, namun jika masyarakat hanya berharap kepada Polisi, BNN,  Bea Cukai dan Tentara maka Bahaya Narkoba akan mengancam kita dan Darurat Narkoba didepan mata.
Ibarat kebakaran Rumah,  jika tetangga tidak ada upaya untuk mencegahnya, maka kebakaran akan merambat kemana mana dan tidak menutup kemungkinan akan membakar rumah kita.
Demikian juga peredaran gelap Narkoba, jika disekitar lingkungan tempat tinggal, ada peredaran Narkoba dan masyarakat tidak ada upaya untuk mencegahnya, maka narkoba akan masuk kelingkungan rumah tangga.
Kepolisian, BNN, Bea dan Cukai dan TNI sudah berulang kali melakukan penangkapan Narkoba dari Negara Tetangga, namun kalau permintaan Narkoba didalam negeri masih cukup tinggi maka Narkoba akan merambah dalam kehidupan rumah tangga. Untuk mencegah dan menghentikan peredaran Gelap Narkoba perlu sinergitas semua stakeholder dan aparat pemerintah.**

Berita Terkait