Kalbar Banyak Aset Wisata

Kalbar Banyak Aset Wisata

  Selasa, 22 March 2016 11:07
HEART OF BORNEO: Danau Sentarum, pesona dan keajaiban alamnya yang sering dipromosikan penyedia jasa perjalanan wisata, mampu menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan, terutama wisatwan mancanegara. DOK

Berita Terkait

PONTIANAK- Heriadi owner dari Amisa Tour mengatakan jika Pontianak sebenarnya banyak memiliki aset wisata. Tidak hanya kawasan yang selama ini dikenal masyarakat.

Seperti Mesjid Mujahidin, Mesjid Jami, Gereja Katedral, Aloevera, Tugu Khatustiwa, Keraton Kadriah dan Alun-alun Kapuas. Justru kawasan seperti Pasar Sudirman, Sungai Kakap termasuk kuliner bisa menjadi aset yang menarik wisatawan datang ke kota seribu parit ini.

Hanya saja, lokasi itu tergantung dari cara pandang pemandu dalam membawa tamunya.  “Misalnya untuk wisata malam bisa di kawasan gajah mada. Jika ada yang muslim maka kemana harus membawa makan ke tempat makan  yang halal. Kemudian masakhan chines di seputaran Gajahmada. Ini semua tergantung cara pandang guidenya,” terangnya.

Selain itupun daerah lain juga memiliki daya  tarik wisata alamnya. Sebut saja Bukit Jamur dan Riam Berasap di Kabupaten Bengkayang, lalu air terjun di daerah perhuluan, vihara surga negara dan batu belimbing di Singkawang serta wisata alam di beberapa kabupaten/kota lainnya di Kalbar.

Hanya saja, sarana dan prasarana masih menjadi persoalan untuk menunjang wisatawan sampai ke lokasi tujuan. Dia mencontohkan Singkawang ada objek wisata Batu Belimbing dan Vihara Surga Negara.

“Seperti Batu Belimbing, mobil besar tak bisa masuk. Begitu juga Vihara Surga dan Negara. Saya dari Pontianak pakai bis besar dan bisa sampai ke sana, terpaksa menyewa mobil kecil. Ini kendala yang kami alami,” ungkapnya.

Hal yang sama pun untuk Kota Pontianak. Dia menyebutkan kota seribu parit ini belum memiliki bis pariwisata yang standarnya. Sehingga investor harus berpikir ulang untuk menanamkan modalnya.

Standar yang dimaksud Heriadi adalah, mengenai kebersihan, kemudian supir tidak merokok, tersedianya televisi dan dvd sehingga penumpang bisa berkaraoke.  “Kadang-kadang ada, tapi hanya DVDnya ada sementara TV-nya hilang. Begitu juga kebersihan. Jika kotor, maka kami juga ikut malu karena tamu merasa risih,” sesalnya. (mse)

Berita Terkait