Kakek Pemukul Kepala Sekolah Ditahan

Kakek Pemukul Kepala Sekolah Ditahan

  Senin, 12 September 2016 15:02
FOTO ISTIMEWA

Berita Terkait

PONTIANAK- Kepolisian Sektor Ambawang menetapkan Mansyur, kakek yang menganiaya Husin, Kepala Sekolah SD Negeri 37 Sungai Ambawang. Tersangka saat ini ditahan di Polsek Ambawang disangkakan pasal 152 KUHP dengan ancaman tiga bulan penjara.

Kepala Kepolisian Resort Ambawang, AKP Hardik mengungkapkan, kasus penganiayaan yang menimpa kepala sekolah SD Negeri 37 Sungai Ambawang masih berjalan. Namun tidak menutup kemungkinan keduanya memgambil jalur perdamaian. “Sejauh ini penanganannya masih berjalan. Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” kata Hardik, saat dihubungi Pontianak Post, kemarin.

 Menurut Hardik, tersangka saat ini telah menunjuk seorang pengacara untuk mendampingi perkara tersebut.

“Kami sesuai prosedur saja. Karena ini menyangkut institusi, dan sesuai dengan arahan bapak Kapolres, kasusnya tetap berjalan,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Perkara penganiayaan yang melibatkan Mansyur, kakek salah satu murid kelas 2 SD Negeri 37 Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya itu dipicu lantaran adanya salah paham. Dimana pada dua hari sebelum kejadian pemukulan, murid-murid kelas 2 SDN 37 Ambawang sedang bermain memanjat pohon tak jauh dari  sekolahnya.

Pada saat bersamaan ada anak laki laki yang terjatuh terpeleset dari pohon, kemudian menimpa anak yang ada dibawahnya, kebetulan murid perempuan di sekolah yang sama. Namun kemudian berkembang adanya isu perbuatan asusila.

Pihak sekolah pun telah memanggil semua pihak termasuk anak murid dan para walimurid yang terjatuh dari pohon itu. Hasil pertemuan menyimpulkan bahwa masalah yang terjadi hanya kesalah pahaman dan cukup diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun, siapa sangka isu  perbuatan asusila terus berkembang, sehingga Mansyur, kakek dari murid perempuan tersebut mendatangi Kepala Sekolah, oleh Kepala Sekolah dinasehati agar tidak marah marah dan menyelesaikan masalah tersebut di dalam rumah tangga atau kalau tidak puas dengan penyelesaian tersebut silahkan lapor kepada polisi.

Sayangnya, saran kepala sekolah ini justru ditanggapi dengan ketidakpuasan atas jawaban Kepala Sekolah, sehingga ketika Kepala Sekolah sedang memakai sepatu  tiba tiba bogem mentah mendarat dibibir Kepala Sekolah yang mengakibatkan luka robek di bibir bagian atas. Darah segar pun mengucur deras.

Kasus ini oun kemudian dilaporkan ke Polsek Sungai Ambawang untuk proses lebih lanjut. (arf)

 

Berita Terkait